Cerita Pendek Anak Indonesia Yang Berjudul Gadis Durhaka

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Kamis, 16 Januari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Seorang gadis yang sangat cantik tinggal bersama ibunya. Mereka miskin, dan tinggal di pinggir hutan. Alhasil, tak banyak orang yang mengenal mereka.

Suatu hari, gadis itu dan ibunya hendak pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan.

“Aku tidak mau ibu berjalan dekat-dekat denganku,” ucap gadis itu kepada ibunya.

“Memangnya kenapa?” tanya ibunya, ingin tahu. Tapi, anaknya tak mau menjelaskan.

Rupanya, gadis itu malu memiliki ibu yang terlihat miskin.

Mereka berdua pun berangkat ke pasar. Gadis itu berjalan di depan, sedangkan ibunya berjalan di belakang.

Sepanjang perjalanan, semua mata tertuju kepada gadis itu, dilansir dari dongengceritarakyat.com (15/01/2020).

Karena kecantikannya, banyak pemuda yang ingin berkenalan dengannya.

“Gadis cantik, hendak pergi ke mana kau?” tanya salah seorang pemuda.

“Aku hendak pergi ke pasar,” jawab gadis cantik itu.

Setelah berbasa-basi sebentar, gadis itu kembali melanjutkan perjalanannya.

Lagi-lagi, sekelompok pemuda mendekatinya.

“Gadis cantik, kasihan sekali. Kau pasti kepanasan,” ucap salah satu pemuda.

“Mengapa pembantumu tak kau suruh memayungimu saja?” timpal pemuda yang lain sambil melirik ibu gadis itu.

Sebenarnya sang ibu merasa sakit hati dengan ucapan pemuda itu, tapi ia mencoba bersabar.

Perjalanan ke pasar pun dilanjutkan.

Mereka lalu bertemu dengan seorang pangeran.

Pangeran itu tampaknya tertarik dengan si gadis.

“Wahai, gadis. Kau hendak pergi ke mana?” tanya pangeran.

Gadis itu merasa sangat senang, karena yang bertanya kepadanya adalah seorang pangeran.

Gadis itu pun tertarik kepada pangeran.

“Aku hendak ke pasar,” jawab gadis itu.

“Siapa wanita di belakangmu itu?” tanya pangeran lagi.

Gadis itu bimbang, dia khawatir jika dia mengatakan yang sebenarnya mungkin pangeran akan meninggalkannya.

Aha! Ia ingat.

Tadi ada pemuda yang menyangka ibunya sebagai pembantu.

“Dia adalah pembantuku,” jawab gadis itu tanpa merasa bersalah.

Kali ini, sang ibu benar-benar marah. Ia mendekat ke Anak gadisnya.

“Apa yang kau ucapkan, anakku?! Aku ibumu. bukan pembantumu! Kau sungguh durhaka kepadaku. Dengan ini, kau akan kehilangan semua kecantikanmu.” ucap sang ibu dengan marah.

Olala, benar saja. Seketika, kecantikan sang gadis hilang.

Ia pun berubah menjadi gadis yang buruk rupa.

Pesan moral dari contoh cerita pendek ini adalah seperti apa pun ibu kita, hormatilah beliau. Jangan menjadi anak durhaka. Ingatlah, bahwa Tuhan akan memberikan rejeki dan pertolongan jika ibu kita merestuinya. (Uli)

INDOLINEAR.TV