Cerita Kampung Di Atas Bukit Yang Dikelilingi Makam

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 14 Oktober 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Area pemakaman biasanya menjadi tempat sakral. Bahkan tak jarang ada yang menghindari terlalu lama atau memilih tinggal di tempat yang jauh dari makam.

Lain halnya dengan di Kampung Pangkalan, Malausma, Majalengka, Jawa Barat. Berada di atas perbukitan, kampung itu tampak asri nan sejuk.

Uniknya, ada banyak makam berjajar di sana. Bahkan di samping, belakang, hingga depan rumah. Seakan menjadi kampung dikelilingi kuburan.

Penasaran dengan potretnya? Simak ulasannya berikut ini.

Banyak Nisan di Sepanjang Jalan Setapak

Melansir dari Merdeka.com (13/10/2021), pemilik akun tengah berkeliling di Kampung Pangkalan, Majalengka, Jawa Barat.

Warganya tampak telah terbiasa dan bersahabat dengan kuburan di sekitar rumahnya. Suasanya begitu sejuk, dengan pemandangan perbukitan di sisi yang berbeda. Bahkan bisa melihat Gunung Aseupan dengan cukup jelas.

Terdengar suara tonggeret mengiringi langkah Rahmat di sepanjang jalan setapak. Tampak deretan batu nisan di kanan dan kiri.

“Wah luar biasa teman-teman ini kampungnya indah sekali. Ini di pinggir-pinggir jalan juga ada kuburan,” kata Rahmat kagum.

Hal Biasa Ada Makam di Sekitar Rumah

Tak berhenti di situ, seraya tidak takut dan menganggap biasa. Para warga yang hidup sederhana itu sebagian besar rumahnya memiliki kuburan, baik yang di depan, samping maupun belakang.

Hal itu menjadi keunikan tersendiri bagi kampung Pangkalan. Meski begitu, masih ada lokasi lain yang diperuntukkan sebagai tempat pemakaman umum.

“Di kampung ini, kuburannya di samping-samping rumah. Rumah-rumah yang dikelilingi oleh kuburan, yang mungkin bagi orang awam menjadi keunikan dan keberanian,” terang Rahmat.

Rata-Rata Makam Keluarga

Rahmat menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah warga. Terlihat seorang pemuda yang tengah membuat kandang ayam di belakang rumah.

Sayangnya ia tidak mengetahui pasti makam yang berada tepat di sampingnya itu. Sekedar mengira, nisan milik kakek moyangnya terdahulu.

“Kalau boleh tahu, ini pemakaman siapa Aa?,” tanyanya.

“Kurang tahu, mungkin nenek atau kakek moyang,” jawab seorang pemuda.

Sementara seorang warga yang lain, memang sengaja menguburkan sanak keluarga di halaman rumah. Supaya bisa ingat untuk mengirim doa.

“Ini (depan rumah) ada makam, makam siapa bu?,” tanyanya lagi.

“Itu makam keluarga. Jadi ingat untuk berdoa untuk keluarga,” jawab seorang ibu pemilik rumah. (Uli)