Cerita Dongeng Zaman Dahulu Dari Jepang Putri Dan Tusuk Gigi

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Minggu, 6 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ada seorang putri yang memiliki kebiasaan buruk. Putri itu suka sekali membuang tusuk gigi di kamarnya. Alhasil, di kamarnya ada banyak tusuk gigi yang berserakan. Hal itu membuat kamarnya tak nyaman dipandang.

Setiap hari, pelayan kerajaan selalu membersihkan tusuk gigi yang berserakan di kamar sang Putri. Namun, setiap pagi selalu ada tusuk-tusuk gigi yang baru. Pelayan hanya rnenggeleng-geleng setiap kali melihat tusuk gigi yang berserakan di kamar sang putri. Begitulah setiap harinya.

Hingga suatu malam, saat sang putri tertidur lelap, ia seperti mendengar keributan di kamarnya. Tak seperti biasanya, kamarnya yang tenang kini jadi berisik oleh suara pedang. Seperti ada yang sedang berperang. Suara gaduh pun terdengar dari bawah tempat tidur sang putri.

Sang Putri melongok ke bawah. Olala… dia melihat prajurit-prajurit kecil sedang berkelahi. Rupanya tusuk gigi yang dibuang oleh sang putri dijadikan pedang oleh mereka.

“Huh, berisik sekali!” batin sang Putri, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (05/12/2020).

Sang Putri tak berani menghentikan perang itu. Ia meringkuk di tempat tidurnya. Berhari-hari peristiwa itu terjadi hingga sang Putri tak bisa tidur nyenyak. Hal itu membuat sang Putri sakit. Namun, kebiasaan membuang tusuk gigi sembarangan masih ia Iakukan.

Sang Putri lalu menceritakan masalah itu kepada Raja, ayahandanya. Ayahnya tak percaya bahwa ada sekumpulan pasukan kecil yang membuat keributan di kamar putrinya.

“Kalau Ayah tak percaya, malam ini ayah tidur di kamarku saja,” pinta putrinya.

“Baiklah, malam ini Ayah akan menemanimu,” jawab Raja.

Malam itu Raja sama sekali tak melihat pasukan yang diceritakan oleh putrinya. Ia hanya melihat tusuk gigi yang berserakan. Kemudian Raja meminta pelayan untuk membersihkannya.

Malam semakin larut. Malam itu sang Putri tidur dengan nyenyak sekali. Tak ada lagi pasukan kecil yang berperang. Raja akhirnya tahu, pasukan bertubuh kecil itu hanyalah mimpi buruk putrinya. Hal itu karena sang putri suka membuang tusuk gigi sembarangan.

Keesokan harinya, sang Putri bangun dengan kondisi yang segar. Ia nyaris tak percaya bahwa malam tadi ia bisa tidur dengan nyenyak di kamarnya.Tak ada pasukan bertubuh kecil yang berperang.

“Sepertinya pasukan bertubuh kecil itu sudah diusir oleh Ayah,” gumam sang Putri. Pelayan yang biasa membersihkan kamar sang Putri tersenyum mendengar gumaman itu. Ia kemudian meminta sang Putri untuk menemui Raja untuk mengetahui sebab yang sebenarnya.

Kepada sang Putri, Raja menceritakan bahwa pasukan bertubuh kecil itu berasal dari tusuk gigi yang berserakan di kamar. Sang Putri menjadi sangat malu. Ia berjanji tidak akan mengulangi kebiasaan buruk itu lagi.

Raja amat senang mendengar janji putrinya. Kebiasaan buruk memang sering kali memunculkan hal-hal yang buruk.

Pesan moral dari Cerita Dongeng Zaman Dahulu : Putri Dan Tusuk Gigi (Jepang) adalah buanglah sampah pada tempatnya. Belajarlah hidup sehat agar tak mudah sakit. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: