Cerita Dongeng Tenali Rama Terbaru Berjudul Kucing Di Kerajaan Sri Krishnadevaraya

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Senin, 15 Juni 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Suatu hari, ketika raja Sri Krishnadevaraya sedang duduk di istananya, ia mendengar keributan di luar gerbang istana. Dia memerintahkan para penjaga untuk mencari tahu apa itu.

Seorang penjaga datang dengan seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai kepala desa. Raja bertanya kepadanya apa masalahnya.

Pria itu menjawab, ” Yang Mulia, desa kami dipenuhi tikus. Tikus-tikus itu menghancurkan biji-bijian makanan kita dan menciptakan kekacauan di desa. Tolong selamatkan kami. ”

Raja meyakinkan kepala desa dengan mengatakan, “ Jangan takut, rakyatku. Saya akan berkonsultasi dengan anggota istana saya dan menemukan solusi untuk masalah Anda. ”

Raja Sri Krishnadevaraya memerintahkan para menterinya untuk menemukan solusi. Salah satu menteri berdiri dan berkata, ” Yang Mulia, karena kucing memakan tikus, kita dapat mengatasi ancaman tikus ini dengan memberikan satu kucing untuk setiap rumah tangga di desa.”

“Tapi bagaimana penduduk desa miskin memberi makan kucing?” tanya menteri lain. Menteri menyarankan agar mereka dapat memberikan seekor sapi bersama seekor kucing sehingga kucing-kucing itu dapat memakan susu, dilasir dari Dongengceritarakyat.com (14/06/2020).

Raja menyetujui solusi ini. Semua penduduk desa mulai memberi makan kucing dengan susu. Dan ketika hari-hari berlalu, kucing-kucing itu menjadi sehat dan malas.

Tenali Rama mengamati ini dan berpikir, ” Ada yang salah dengan solusi ini.”

Keesokan harinya, Rama menaruh semangkuk susu panas di depan salah satu kucing. Begitu kucing melihat susu, ia bergegas meminumnya dan hal itu membakar lidah si kuecing. Kucing itu lari dan tidak pernah menyentuh susu lagi.

Karena lapar kucing itu mulai berburu tikus, dan rumah pemiliknya bersih dari tikus.

Suatu hari, raja ingin meninjau situasi dan memerintahkan penduduk desa untuk membawa kucing ke pengadilan. Desa-desa mengeluh bahwa kucing mereka belum berburu tikus, kecuali satu pemilik yang kucingnya berhenti minum susu berkat Rama.

Raja bertanya kepada pemilik kucing, “ Mengapa hanya kucingmu yang berburu tikus? Apakah kamu tidak memberinya susu? ”

Rama melangkah dan berkata, ” Yang Mulia, itu bukan kesalahan pemilik. Kucing ini menolak minum susu. ”

“Kucing yang tidak minum susu? Bagaimana itu mungkin, Rama? ” tanya raja.

“Biarkan saya menunjukkannya kepada Anda, Yang Mulia,”  kata Rama dan meminta penjaga untuk mengambil semangkuk susu. Begitu kucing melihat mangkuk susu, ia lari.

Raja yang terkejut meminta alasan di baliknya. Kemudian, Rama berkata, “Yang Mulia, saya telah memberi kucing semangkuk susu panas yang membakar lidahnya. Sejak hari itu, kucing ini tidak pernah minum susu. ”

“Tapi, mengapa kamu melakukannya?” tanya sang raja.

Rama menjawab, “Yang Mulia, kucing akan memburu tikus hanya ketika mereka lapar. Dengan minum susu setiap hari, kucing menjadi sehat dan malas dan tidak berburu tikus. Untuk menunjukkan ini kepada Anda, saya memberikan susu panas ke salah satu kucing. ”

Raja mengerti kelemahan dalam solusi. Dia meminta para menteri untuk menemukan solusi lain untuk membantu menyelesaikan masalah. Dia juga menghadiahi Rama dengan mahal.

Pesan moral dari dongeng Tenali Rama ini adalah yang salah adalah salah dan harus ditinggalkan, bahkan jika semua orang melakukannya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: