Cerita Dongeng Rakyat dari Yunani  Keledai Yang Iri Hati

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 13 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Suatu hari, ada seorang pemuda yang memiliki anjing dan keledai. Pemuda itu merawat kedua binatang tersebut dengan baik. Saat pulang ke rumah, ia selalu memberikan daging kepada anjingnya. Anjingnya sangat senang. Anjing itu selalu menyambut majikannya dengan jingkrak-jingkrak gembira.

Melihat hal itu, pemuda tersebut lalu memeluknya. Bahkan tak jarang makanan bekas pemuda itu diberikannya kepada anjingnya. Anjing itu sering menjilati pipi pemuda tersebut. Hal itu dilakukannya sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Keledai yang melihat hal tersebut menjadi iri. Padahal, selama ini dialah yang sering membantu pemuda itu. Memang, si pemuda sudah merawat keledainya dengan baik. Namun, kasih sayangnya seperti tercurahkan semua untuk si anjing.

Olala… keledai itu melihat si anjing sedang meletakkan kedua kakinya di pangkuan si pemuda, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (12/01/2021).

“Memang apa istimewanya anjing itu? Dia hanya bisa berjingkrak-jingkrak saat tuannya pulang, lalu meminta makan.Tetapi kenapa pemuda itu begitu menyayanginya? Bahkan tak jarang pula anjing itu tidur di kamarnya,” dengus Keledai.

Keledai itu mulai berpikir. Pekerjaannya selama ini sangat berat. Tetapi, tak sekali pun pemuda itu mengajaknya masuk ke rumah. Keledai selalu berada di dalam kandang.

“Apa aku harus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh anjing itu? Agar pemuda itu juga menyayangiku,” gumam Keledai, berpikir.

Keledai lalu memutuskan untuk melaksanakan rencananya. Esok saat tuannya sarapan, ia akan masuk ke dalam rumah tuannya. Ia akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh anjing itu.

Pagi harinya, pemuda itu hendak sarapan. Namun ada yang aneh. Keledai masuk ke dalam rumahnya. Ia berjingkrak-jingkrak seperti anjing. Keledai itu mengelilingi meja makan tuannya. Pemuda itu hanya memperhatikannya dengan bingung.

Setelah itu, keledai mulai menjilati wajah tuannya. Olala… pemuda itu semakin ketakutan. Bahkan si keledai menaruh kakinya di pangkuan si pemuda. Alhasil, ia terjatuh bersama si pemuda. Pemuda itu lalu berteriak. Kemudian datanglah beberapa pekerja.

Pekerja itu memukuli keledai. Sungguh sial si keledai. Bukannya mendapatkan kasih sayang dari tuannya, malah pukulan dari beberapa pekerja yang ia dapatkan.

“Ikat keledai itu di kandangnya.” ucap pemuda itu.

Bukan hanya tubuhnya yang penuh luka, kini Keledai pun diikat pula, tak seperti biasanya.

“Rupanya aku telah melakukan tindakan yang sangat bodoh,”gumamnya, menyesal.

Pesan moral kumpulan dongeng anak keledai iri adalah iri adalah penyakit hati. Jauhkanlah sifat iri dari hati kita. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: