Cerita Dongeng Pendek Indonesia Yang Bejudul Anjing Ajaib

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Senin, 20 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Alkisah, hidup seorang lelaki tua dan istrinya.

Meskipun mereka sangat miskin, mereka memiliki hati yang baik. Mereka juga tak pernah mengeluh. Mereka selalu bahagia dengan apa yang mereka miliki.

Suatu hari, lelaki tua itu pergi ke sungai. Ia ingin menangkap ikan dengan keranjangnya.

Ia meletakkan keranjangnya di dasar sungai, tetangganya melihat hal itu. Ia lalu menaruh keranjang miliknya di depan keranjang lelaki tua.

Keesokan harinya, keranjang lelaki tua sudah penuh dengan ikan. Sedangkan keranjang tetangganya hanya berisi sebatang kayu yang besar.

Hal itu membuat tetangga sangat jengkel. Olala, secara diam-diam, ia menukar keranjangnya dengan milik si lelaki tua.

Lelaki tua itu pun membawa keranjang itu ke rumah. Tentu saja, ia juga membawa kayu dalam keranjang itu.

Sesampainya di rumah, ia membelah kayu itu. Ajaib! Muncul seekor anjing dari dalam kayu.

“Aku adalah anjing ajaib. Aku bisa membawamu ke mana pun agar kau tak merasa kelelahan,” ucap anjing itu, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (19/01/2020).

Betapa senangnya lelaki tua itu. Anjing itu lalu diberi pelana.

Kemudian, anjing itu membawa si lelaki tua ke suatu tempat. Ia meminta si lelaki tua untuk menggali tempat itu.

Lelaki tua itu pun menggali tempat itu. Wah! Rupanya di sana terdapat banyak sekali emas.

Sungguh senang sekali lelaki itu. Ia pun membawa pulang banyak emas hari itu.

Lelaki tua itu menceritakan apa yang terjadi kepada istrinya. Si istri tetangga yang mendengar cerita lelaki tua itu, menjadi sangat iri.

Ia lalu menceritakan hal itu kepada suaminya. Si tetangga pun menginginkan hal yang sama seperti lelaki tua itu.

Si tetangga yang iri, meminta lelaki tua menceritakan kisahnya. Tanpa merasa curiga, lelaki tua menceritakan apa yang terjadi kepadanya.

“Aku akan meminjam anjingmu dan pergi ke tempat yang sama,” kata si tetangga.

Lelaki tua itu dengan senang hati meminjamkan anjingnya kepada tetangganya. Ia meminta anjingnya untuk mengantar si tetangga ke tempat mendapatkan emas itu.

Anjing ajaib itu lalu membawa tetangga si lelaki tua ke suatu tempat.

Sesampainya di sana, Si tetangga dan istrinya segera menggali lubang yang sangat dalam. Namun, mereka tak menemukan apa pun, selain cacing dan tanah yang basah.

“Kau membohongi kami. Akan aku kubur kau!” seru tetangga lelaki tua itu. Ia pun lalu mengubur anjing lelaki tua itu di lubang yang ia gali.

Mengetahui anjingnya telah tiada, si lelaki tua sangat sedih. Ia lalu pergi ke tempat di mana si anjing dikuburkan.

Lelaki tua sangat terkejut begitu melihat pohon besar yang indah tumbuh di atas kuburan anjing itu. Lelaki tua kemudian mengambil ranting pohon besar itu.

Ia mengubahnya menjadi sebuah mangkuk. Olala, saat mangkuk itu diisi dengan nasi, nasi itu berubah menjadi emas.

Istri lelaki tua itu menjadi sangat heran. Hal itu lagi-lagi membuat tetangga si lelaki tua iri.

Mereka pun meminjam mangkuk ajaib itu. Namun, saat mereka menaruh nasi di mangkuk itu, nasi itu malah menjadi kotor.

Karena kesal, tetangganya pun membakar mangkuk itu.

Hati lelaki tua sungguh sedih. Mangkuk yang ia pinjamkan, lagi-lagi dimusnahkan oleh tetangganya yang tamak.

Lelaki tua itu lalu mengambil abu mangkuk itu. Abu-abu itu beterbangan di depan rumah lelaki tua itu.

Olala, tiba-tiba abu itu berubah menjadi bunga yang indah di sebuah pohon. Pohon itu terletak di depan rumah lelaki tua

Tak lama kemudian, ada seorang pangeran yang datang ke rumah lelaki tua itu. Ia sangat takjub melihat pohon dengan bunga yang sangat indah.

Tetangga si lelaki tua pun tak mau kalah. Ia mengambil abu milik lelaki tua itu, lalu disebarkannya. Namun, bukannya berubah menjadi bunga, abu itu justru membuat mata pangeran memerah.

Pangeran pun marah dengan mereka. Si tetangga dan istrinya dihukum oleh pangeran.

Akhirnya. si lelaki tua dan istrinya hidup bahagia, karena tak ada lagi yang mengganggu kehidupan mereka.

Kesimpulan dan Pesan Moral

Jangan suka iri. Iri adalah penyakit hati yang harus kita jauhi. Serakah hanya akan membuat seseorang dibenci. Jadi, jangan serakah, ya! (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: