Cerita Dongeng Dari Negeri Cina Berjudul Pangeran Kodok

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Senin, 2 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Suatu hari, Raja mengadakan sayembara. Anehnya, sayembara ini diikuti oleh binatang. Siapa pun binatang yang bisa melompat dengan tinggi, dia akan menikah dengan putrinya. Sungguh lucu sekali.

Sayembara itu hanya diikuti oleh tiga peserta, yaitu kutu, belalang, dan kodok. Masing-masing dari mereka yakin akan memenangkan sayembara itu.

Pada hari yang ditentukan, mereka berkumpul di aula kerajaan. Semua rakyat berkumpul untuk melihat sayembara aneh itu. Para binatang juga tak mau kalah ingin melihatnya.

Sebelum lomba dimulai, para peserta diminta untuk memperkenalkan diri. Peserta pertama adalah kutu. Dengan sombongnya kutu memperkenalkan diri. Kutu memberi hormat kepada Raja.

“Aku adalah kutu yang bisa melompat sangat tinggi. Setiap hari aku mengisap darah para bangsawan sehingga darah yang mengalir di tubuhku adalah darah biru,” ucap Kutu, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (01/11/2020).

Kemudian disusul dengan belalang. Belalang berdiri dengan bangga, lalu membungkuk memberi salam kepada Raja.

“Aku adalah belalang dari keturunan bangsawan. Bapak-ibuku adalah bangsawan belalang. Jadi, aku pantas mendampingi putri Anda nantinya,” kata Belalang.

Peserta yang terakhir adalah kodok. Kodok hanya membungkuk dan tak banyak bicara. Ia lebih memikirkan bagaimana cara memenangkan perlombaan ini.

Lomba pun dimulai. Semua yang hadir bertepuk tangan. Kutu menjadi yang pertama maju. Ia melompat sangat tinggi sehingga tak ada yang melihatnya di mana dia jatuh. Akhirnya, Raja memutuskan Kutu gagal memenangkan lomba.

Peserta kedua yang maju adalah belalang. Belalang langsung melompat sangat tinggi. Olala… sampai-sampai ia tak bisa mengendalikan diri dan mendarat tepat di wajah Raja. Karena dianggap tak sopan, akhirnya belalang pun kalah dalam perlombaan.

Kemudian peserta yang ketiga adalah kodok. Kodok melompat dengan sangat tinggi. Waah… dia mendarat di pangkuan putri. Hal itu membuat penonton bersorak-sorai. Kodok sangat bahagia. Akhirnya ia berhasil memenangkan perlombaan itu.

Ada hal ajaib setelah perlombaan selesai. Kodok berubah menjadi pangeran tampan. Rupanya, kodok adalah jelmaan seorang pangeran yang dikutuk. Ia harus mencari cinta sejatinya untuk menghilangkan kutukan itu. Akhirnya, pangeran dan putri pun menikah dan hidup bahagia.

Pesan moral dari Cerita Dongeng Pangeran Kodok (Cina) adalahSegala sesuatu memang harus didapatkan dengan perjuangan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: