Cerita Dongeng Binatang Dari Nepal Mengapa Lidah Ular Bercabang?

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 10 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT REPRODUKSI. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dahulu kala di Nepal, hiduplah seekor burung besar dan gagah bernama Garuda. la mempunyai ibu bernama Vinata. Sejak kecil, Garuda diajarkan agar selalu berbakti kepada orangtuanya.

Garuda diserahkan kepada seorang dewa sakti di puncak gunung untuk belajar ilmu kesaktian. la belajar dengan tekun dan berhasil menguasai berbagai ilmu kesaktian. Bahkan, Garuda tumbuh menjadi burung yang sangat sakti.

Garuda tidak pernah kalah dalam pertarungan. la selalu menang. Selain sakti, Garuda juga berhati mulia. la selalu menolong orang yang dalam kesulitan dan membela kebenaran.

Suatu hari, Garuda mendengar kabar bahwa ibunya, Vinata, telah diculik dan diperbudak oleh bangsa ular. Garuda segera menuju tempat para ular dan menemui pimpinan mereka yang bernama Kadru.

Garuda tidak bisa melawan Kadru karena khawatir para ular akan melukai ibunya yang sedang ditawan. Garuda meminta Kadru agar membebaskan ibunya. Untuk itu, Garuda bersedia memenuhi persyaratan yang diajukan Kadru.

Setelah berpikir lama, Kadru mengajukan syarat yang berat. Garuda harus mengambil amrita. Amrita adalah air ajaib milik para dewa yang jika diminum maka si peminum akan hidup abadi. Amrita disimpan di bulan dan dijaga oleh seratus dewa.

Karena sangat menyayangi ibunya, Garuda menyetujui syarat itu. Garuda pergi ke bulan dan menemui para dewa.

“Aku hendak mengambil amrita,” kata Garuda saat para dewa menanyakan tujuannya datang ke bulan, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (09/06/2020).

Para dewa marah karena kelancangan Garuda. “Berani sekali kau kemari dan meminta air suci karni!” kata seorang dewa.

“Aku akan melakukan apa saja untuk membebaskan ibuku,” tegas Garuda.

Akhirnya, garuda bertarung dengan seratus dewa. Pertarungan mereka berlangsung selama tujuh hari tujuh malam. Akhirnya, Garuda berhasil mengalahkan seluruh dewa dengan susah payah.

Setelah mendapatkan amrita, Garuda membawanya menemui Kudra. Awalnya, Kudra terkejut melihat Garuda berhasil menjalankan tugasnya.

Kudra pun menepati janjinya dan melepaskan ibu Garuda. Para ular lalu mengambil kendi berisi air suci amrita. Sebelum menikmati air suci itu, mereka memutuskan untuk mandi dulu.

Setelah selesai mandi, ternyata kendi berisi amrita telah hilang diambil oleh Dewa lndra. Yang tersisa hanyalah ceceran air suci di rumpun ilalang.

Lalu, para ular berebut menjilati ceceran air suci. Akibatnya, lidah mereka tersayat tepi daun ilalang yang tajam dan menjadi bercabang dua. Sejak itulah ular mempunyai lidah yang bercabang.

Pesan Moral dari cerita dongeng pendek Nepal adalah sayangilah ibumu. Lakukanlah yang terbaik untuk ibumu. Ringankanlah pekerjaan ibumu dengan membantunya semampumu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: