Cerita Anak Tk Dari Yunani  Rubah Dan Kucing Yunani

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Minggu, 29 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Rubah dan kucing adalah sahabat dekat. Mereka sering melakukan hal bersama-sama. Bermain bersama, mencari makan pun bersama. Rubah mencari makan berupa ayam-ayam yang gemuk. Sedangkan kucing memburu tikus yang gesit.

Meskipun mereka selalu bersama, namun tak jarang mereka bertengkar. Mereka selalu merasa hebat.Tak ada yang mau mengalah.

“Ide-ideku lebih cemerlang dibanding idemu,” ucap Rubah.

“Caraku memburu juga lebih gesit dibandingkan caramu. Aku memiliki banyak cara untuk menangkap ayam, sedangkan kamu hanya memiliki satu cara untuk menangkap tikus. Jadi, sudah jelas akulah yang terbaik di sini,” lanjut Rubah, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (28/03/2020).

Mendengar hal itu, kucing pun menjadi marah. Terang saja, sebab selama ini ia berhasil memburu banyak tikus dengan caranya. Bahkan saat rubah berhasil menangkap seekor ayam, kucing bisa menangkap dua ekor tikus.

“Kau memang memiliki banyak cara berburu. Tetapi, satu cara yang aku miliki lebih baik dibandingkan caramu yang begitu banyak,” balas kucing, tak mau kalah.

Mereka terus saja berdebat. Hingga mereka mendengar terompet penghuni hutan berbunyi. Itu artinya ada pemburu dan anjingnya yang sedang berburu.

“Kita harus mencari cara untuk menyelamatkan diri. Pemburu dan anjingnya sedang menuju kemari,” ucap rubah.

Kucing segera naik ke atas pohon, sementara rubah bingung mau berlari ke arah mana.

“Inilah caraku ketika menghadapi bahaya. Meskipun kau punya banyak cara, tapi kau malah bingung mau menggunakan cara yang mana. Kalau kau bingung seperti itu, kau bisa tertangkap,” ucap kucing.

Benar apa yang dikatakan kucing. Rubah tak bisa menentukan apa yang harus ia lakukan.

Terlalu banyak cara di dalam pikirannya.

Saat anjing pemburu mulai mendekat, rubah baru berlari. Ia masuk ke dalam sebuah lubang. Alhasil, anjing yang melihatnya pun berhasil menangkapnya.

Rubah menyesal tak bisa berpikir dengan cepat. Ia terlalu lama menentukan cara terbaik yang bisa ia lakukan.

Sementara itu, kucing bisa selamat dari pemburu dan anjingnya. Sebenarnya kucing merasa kasihan dengan rubah. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa saat pemburu membawa rubah.

Pesan moral dari dongeng anak pendek adalah dalam keadaan tertentu, jangan terlalu lama berpikir, tetapi cepatlah bertindak. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: