Cekcok Ponsel Yang Berujung Pemblokiran Jalan Di Lenteng Agung

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 6 Oktober 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Haryati Lestari tak bisa pergi ke mana-mana setelah tetangganya dengan tega memblokir jalan setapak dengan pagar besi. Padahal, itu adalah jalan satu-satunya bagi Haryati untuk keluar masuk rumah.

Haryati tinggal di Jalan Camat Gabun Gang Adem Ayem, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Rumahnya terletak paling pojok, tertutupi oleh rumah tetangga yang juga pemilik lahan.

Jika ingin beraktivitas keluar rumah, Haryati harus melewati jalan setapak yang kini ditutup pagar. Pemicunya masalah sepele, berkaitan dengan ponsel.

Haryati mengatakan anaknya dituduh menghapus sejumlah aplikasi di ponsel milik anak si tetangga. Padahal, pelakunya tidak lain cicitnya sendiri.

” Jadi cicitnya main ke rumah saya, main sama anak saya yang paling kecil,” ujar Haryati, dikutip dari Dream.co.id (05/10/2020).

Menurut Haryati, bocah itu membawa serta ponsel milik anak tetangganya. Sementara, si tetangga baru tahu ponsel tersebut dibawa ketika pukul 15.00 WIB.

” Terus dilihat katanya di handphone WhatsApp hilang, m-banking. Anak saya yang dituduh hapus data-data itu,” kata Haryati.

Cekcok Berujung Blokir

Dia sempat meminta sang suami mendatangi rumah tetangga untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Tetapi, sang tetangga justru berperilaku seenaknya hingga memicu emosi.

” Cekcoklah kami dengan keluarga (mereka). Nah, waktu itu dia keluar bilang, ‘kamu jangan lewat sini lagi’,” terang Haryati.

Sepekan usai perselisihan, tetangga Haryati memblokir jalan dengan membangun pintu pagar besi. Pintu tersebut ditutup dan digembok.

” Jadi kami tidak bisa lewat,” kata dia.

Sering Cekcok

Haryati mengaku sudah mengantisipasi hal itu. Akhirnya, dia dan suami terpaksa menjebol dinding belakang agar bisa keluar rumah.

Dia mengatakan bukan pertama kalinya sang tetangga seperti itu. Keluarganya sering diancam oleh sang tetangga.

” Seingat saya sejak 2010, keluarga tetangga itu selalu menebar ancaman mau tutup jalanan. Tapi ya baikan lagi, enggak jadi. Kemarin sebelum ditutup saya buat akses jalan di belakang, pakai tangga kecil untuk keluar,” kata dia.

Sempat Adukan ke RT

Haryati merasa terganggu dengan ditutupnya jalan setapak depan rumahnya. Sayangnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa lantaran lahan yang ditempatinya diklaim milik sang tetangga.

Dia pun sempat mengadukan masalah tersebut kepada ketua RT setempat. Tetapi, tak membuahkan hasil.

” Ketua RT malah bilang katanya tutup tutup aja, itu kan jalan kamu (tetangga),” kata Haryati.

Sudah Dimediasi

Ketua RT setempat, Bustomi, mengaku sudah berusaha memediasi dua keluarga tersebut. Tetapi, pemilik jalan tetap berkeras.

” Sudah mediasi, dia bersikeras akan menutupnya,” kata Bustomi.

Bustomi mengaku tak bisa berbuat banyak karena pintu pembatas dibangun di atas lahan pribadi tetangga Haryati. Jalan setapak tersebut juga tidak untuk umum.

” Itu bukan jalan umum, Pak, itu jalan pribadi dia. Itu kan tanah-tanah dia, tanah pribadi bukan tanah umum. Ya saya selaku RT, enggak bisa ngapa-ngapain karena tanah pribadi punya dia itu,” kata Bustomi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: