Cegah Penyebaran Covid-19, Panitia Haul di Pasar Kemis Tak Undang Jemaah

FOTO: rahmat/indolinear.com
Sabtu, 21 November 2020
loading...

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Panitia Haul ke-62 Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani memutuskan untuk tidak mengundang jemaah. Langkah ini semata-mata untuk mematuhi protokol kesehatan sekaligus mencegah penyebaran Covid-19.

Haul memang tetap digelar, namun melalui siaran televisi dan live streaming media sosial. Panitia haul akbar pun dibubarkan.

Panitia Haul ke-62 Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, Agung Permana mengatakan, semula panitia mengundang jemaah untuk hadir pada haul tersebut, namun kemudian diralat agar jemaah tidak perlu hadir ke Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah.

“Jemaah tidak perlu hadir ke lokasi karena haul tahun ini akan disiarkan secara langsung di Banten TV dan live streaming YouTube pada hari Minggu, 29 November 2020, pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB,” ucap Agung.

Dia menyebut, hal tersebut dilakukan mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, di mana masih sangat berbahaya bagi kesehatan jemaah. Dia pun minta jemaah untuk memaklumi situasi seperti saat ini karena tidak memungkinkan untuk berkerumun.

“Semoga semua jemaah mengerti dan mohon kerja samanya agar kegiatan haul dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa harus berkerumun,” ucap Agung.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengapresiasi langkah Panitia Haul ke-62 Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Apresiasi juga disampaikan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah.

“Teladan yang luar biasa dari panitia dan tuan rumah yaitu Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah dengan kesadaran tentang pentingnya protokol kesehatan di situasi pandemi Covid-19,” kata Ade.

Menurut dia, langkah tulus panitia dan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah dapat menjadi contoh yang baik tentang kesadaran pentingnya kesehatan di situasi pandemi Covid-19. Hal itu sebagai representasi akhlak yang mulia, karena turut mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat atau jemaah.

Ade berharap, langkah panitia dan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah dapat dijadikan contoh oleh pesantren lainnya atau oleh kelompok masyarakat yang berencana menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan. (srh)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: