Cegah Kata ‘Jangan’, Ini Strategi Untuk Memberi Larangan Pada Anak

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 24 Juli 2020

Indolinear.com, Jakarta – Anak-anak memiliki rasa penasaran dan perilaku aktif yang sangat tinggi. Pada usia 1-5 tahun ketika rasa penasaran sangat tinggi, kerap kali mereka melakukan beberapa hal yang berbahaya.

Kondisi ini menyebabkan orangtua sering berkata “jangan” atau “tidak” untuk melarang mereka. Sayangnya, sering berkata “tidak” justu membuat si kecil tidak percaya diri, menanamkan jiwa pemberontak, membuat anak sulit mengambil keputusan, hingga tidak berani berpendapat.

“Tetap boleh menggunakan kata tidak untuk melarang si kecil namun ketika anak benar-benar dalam bahaya. Jika pada hal-hal berbahaya dan sangat prinsip, tetap boleh menggunakan kata “tidak” demi keselamatannya,” ujar Psikolog klinis, Dra. Ratih Ibrahim, M.M, dilansir dari Merdeka.com (22/07/2020).

Lalu bagaimana cara lain berkata tidak pada anak? Sebaiknya gunakanlah kata-kata yang membuatnya juga lebih belajar. Terkesan bahasa santai, namun tetap tegas.

Misalnya, “Ibu tahu kamu suka permen tapi kalau terlalu banyak tidak baik untuk gigimu lho,” atau “Waktu main handphonenya sudah habis, nanti kamu main lagi weekend depan,”.

Atau saat anak menangis, jangan berkata “Jangan nangis” apalagi “Jangan cengeng”. Baik gunakan kata-kata seperti “Kalau menangis mamah tidak mengerti apa yang dinginkan, jadi bicara saja agar mamah paham,”.

Ketika anak main ingin main jauh orangtua bisa gunakan kata, “Main di dekat rumah saja ya, nak”.

Berikan Alasan serta Tanggung Jawab

Cara melarang anak lainnyaadalah dengan memberi alasan yang mudah dimengerti atau berikan informasi mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan. Misalnya, saat di tempat umum anak tidak mau diam, baiknya jelaskan jika perilakunya akan mengganggu orang lain.

Atau ketika mengingikan mainanya yang cukup mahal, jelaskan baiknya uangnya ditabung saja, beri tahu anak manfaat dari menabung.

Anak-anak sering bermain dan menjatuhkan barang. Oleh karena itu, saat dia menjatuhkan barang, ajak anak untuk membersihkannya agar tertanam rasa tanggung jawab dan mengetahui bahwa hal yang dilakukannya tidak baik.. Dan anak pun akan merasa bahwa hal yang dilakukan tidak baik. (Uli)