Cara Sederhana Membedakan Es Batu Dari Air Mentah Dan Matang

FOTO: brilio.net/indolinear.com
Jumat, 11 Januari 2019

Indolinear.com, Jakarta – Es di Indonesia telah menjamur menjadi salah satu minuman favorit yang mempunyai beragam jenis kuliner dan dapat dengan mudah ditemui di mana saja. Tapi problematika klasik muncul ketika banyak pedagang ingin bersaing, tapi sebagian tidak menggunakan cara yang jujur seperti halnya menggunakan es batu dari air yang belum matang.

Maka dari itu alangkah baiknya jika kita sebagai konsumen juga harus lebih cerdas dalam memilih makanan atau minumannya yang akan kita konsumsi karena apa yang masuk ke dalam tubuh sangat berpengaruh terhadap kesehatan badan.

Di sini saya telah sertakan beberapa ciri atau perbedaan antara es batu yang dibuat dengan air matang dan yang bukan. Perlu digaris bawahi bahwa cara di bawah ini tidak menjamin 100% apakah es tersebut benar-benar dari air masak atau bukan, tapi setidaknya bisa menjadi pertimbangan lebih bagi kita saat memilih minuman dan saya pribadi menyarankan untuk lebih pastinya, akan lebih baik membuat es sendiri buatan rumah karena bahan yang kita gunakan jelas dan lebih terjamin.

berikut ini merupakan ciri es batu yang berasal dari air mentah atau tidak untuk dikonsumsi, dilansir dari Brilio.net (09/01/2019).

  1. Terdapat banyak penggumpalan di bagian tengah atau bagian sisi dari es batu, jadi warna es batu akan dominan putih seperti salju. Penggumpalan ini terjadi karena pada air mentah banyak gas yang masih terjebak di dalam air yang kemudian terbekukan.
  2. Umumnya dibuat dalam bentuk balok-balok besar.
  3. Bila dicium akan terasa kurang segar dibanding es batu air matang.
  4. Bila dicicipi, es batu dari air yang berbahaya akan terasa pahit

Meski banyak disepelekan, tapi mengonsumsi es yang tidak layak konsumsi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi kita maupun keluarga tercinta dan beberapa penyakit penyakit, di antaranya adalah diare, muntaber, dan gangguan pada usus (khususnya anak-anak). (Uli)

Baca Juga :  Berhenti Menjadi Workaholic Lakukan Tiga Aktivitas Ini
%d blogger menyukai ini: