Cara Melakukan Gaya Berjingkat Pada Olahraga Lempar Lembing

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 1 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Lempar lembing adalah salah satu nomot dalam cabang olahraga atletik.

Alat yang digunakan dalam olahraga lempar lembing adalah lembing yaitu sejenis tombak berukuran lebih kecil dan ringan.

Tujuan olahraga lempar lembing adalah mendapatkan hasil lemparan sejauh-jauhnya.

Untuk mencapai lemparan yang jauh, seorang atlet harus menguasai teknik dasar lempar lembing.

Selain itu, atlet lempar lembing juga harus memahami gaya yang ia gunakan.

Dikutip dari Kompas.com (30/04/2021), lempar lembing mengenal tiga gaya berdasarkan cara memegang lembing yaitu American Style, Finnish Style, dan Tang Style.

Selain berdasarkan gaya memegang lembing, gaya lempar lembing juga dibedakan sesuai gaya langkah kaki saat akan melakukan lemparan.

Gaya lempar lembing berdasarkan langkah kaki dibagi menjadi dua yaitu gaya berjingkat dan gaya menyilang.

Awalan lempar lembing yang dilakukan dengan berjingkat sering disebut juga dengan gaya hop step.

Sedangkan gaya menyilang atau cross step adalah gaya melempar lembing yang dilakukan dengan cara memutar badan dari arah kanan ke kiri sehingga kaki tampak menyilang.

Kali ini akan dibahas langkah-langkah melakukan gaya berjingkat pada lempar lembing.

Cara Melakukan Lempar Lembing Gaya Berjingkat

Gaya berjingkat atau hop step biasanya digunakan oleh atlet lempar lembing yang memakai teknik pegangan Finnish Style atau Tang Style.

Pada gaya tersebut, lembing dipegang dengan posisi berada di atas bahu.

Tahapan lempar lembing gaya berjingkat adalah sebagai berikut.

  1. Tarik tangan yang memegang lembing ke belakang.
  2. Gerakan kaki saat akan melempar adalah langkah jingkat.
  3. Saat melakukan langkah jingkat, posisi lembing jangan sampai bergoyang atau bagian ekor menyentuh lantai (lapangan).
  4. Posisi lembing saat akan dilempar sejajar dengan hidung dan posisi tangan yang memegang lembing lurus.
  5. Ketika sudah siap melempar, kaki yang menjadi tumpuan adalah kaki kiri karena yang memegang lembing adalah tangan kanan.
  6. Sikap akhir setelah melakukan lemparan adalah follow through. Pastikan kaki kanan tidak melewati garis batas lemparan atau bisa juga kaki kanan ditahan di samping. (Uli)