Cara Kerja Zynn, Aplikasi Yang bayar Penonton Untuk Menonton Video

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 28 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sebuah aplikasi kloning dari TikTok bernama Zynn, belakangan populer. Aplikasi ini tak cuma dikenal mirip dengan TikTok, namun juga karena skema hadiahnya.

Melansir dari Merdeka.com (27/06/2020), Zynn membayar pengguna untuk menonton video dan juga merekrut teman untuk bergabung. Pengguna akan mendapatkan 1 dollar untuk daftar, 20 dollar untuk mengajak pengguna pertama bergabung, dan 10 dollar untuk 5 orang sesudahnya.

Skema ini masih tidak jelas, banyak yang mengungkap bahwa mereka belum mendapatkan pembayarannya, dan beberapa sudah.

Meski demikian, perusahaan pengawas media non-profit bernama Common Sense Media menyebut aplikasi Zynn sebagai “skema piramida.”

Terjerat Plagiarisme

Aplikasi yang telah dihapus dari Play Store dan juga App Store ini, juga tersandung kasus plagiarisme. Melansir Wired, sejumlah pengguna berfollowers tinggi di TikTok mengeluhkan bahwa konten mereka diunggah ke Zynn tanpa persetujuan. Bahkan banyak kloningan akun TikTok terkenal di Zynn, lengkap dengan nama, gambar, dan konten back-date.

Plagiarisme ini dilaporkan telah dilakukan sebelum Zynn resmi diluncurkan di Amerika Serikat awal Mei lalu.

Zynn sendiri ketika resmi masuk di iOS dan Play Store langsung jadi aplikasi andalan. Di iOS aplikasi ini jadi aplikasi gratis terpopuler, dan di Play Store masuk sepuluh besar unduhan teratas.

Nah, bagaimana cara kerja dari aplikasi ini hingga bisa bayar pengguna? Berikut ulasannya.

Cara Kerja Zynn Membayar Pengguna

Soal cara kerja, pihak Zynn engungkap caranya. Seorang juru bicara Zynn mengungkap pada media Financial Times bahwa pihaknya menggunakan uang yang dibayar pengiklan untuk secara langsung menarik pengguna.

“Kami tidak ingin membayar perusahaan besar seperti Facebook atau Google, sehingga kami menggunakan jumlah uang yang sama persis (dari pengiklan) untuk membayar pengguna terdepan kami,” ungkap sang juru bicara.

“Nilai dari aplikasi kami hanya dari signifikansi jumlah pengguna di dalamnya,” tutupnya.

Sang juru bicara juga menanggapi soal pagiarisme, di mana pihaknya mengakui bahwa terdapat miskomunikasi dengan pengguna dan telah berkomunikasi dengan Google untuk memperbaiki ini.

Bersaing Dengan TikTok

Setelah ditelusuri, ternyata Zynn tak cuma kloningan TikTok, namun keduanya punya sejarah rivalitas. Dua perusahaan induknya yakni Kuaishou dari Zynn dan ByteDance dari TikTok.

Kuaishou sendiri adalah aplikasi berbagi video yang populer di Tiongkok, yang berada di peringkat kedua di bawah Douyin, TikTok versi Tiongkok besutan ByteDance.

Perseteruan keduanya menghasilkan beberapa hal, seperti gugatan hukum serta suntikan dana dari Tencent untuk Kuaishou demi mendobrak dominasi ByteDance. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: