Bus Premium Transjabodetabek Bogor-Jakarta Sepi Penumpang

republikacoid/indolinear.com
Sabtu, 4 November 2017
loading...

Indolinear.com, Bekasi РTiga unit bus Premium Transjabodetabek trayek Bogor-Jakarta sudah mulai diujicobakan  perdana pada Selasa (31/10) pagi. Namun animo masyarakat Kota Bogor sangatlah minim dalam mencoba menjajal trayek baru tersebut.

Terhitung, bus pertama yang berangkat pukul 05.00 WIB tadi, hanya ditumpangi oleh dua orang saja. Untuk bus kedua, dan ketiga yang berangkat sekitar pukul 05.30, dan pukul 06.00 WIB pun, hanya diisi oleh tiga orang penumpang saja.

Salah satu penumpang, Finianti, mengaku cukup antusias dengan adanya Bus Transjabodetabek tersebut. Karena itu, dia menyengaja, mencoba trayek baru untuk merasakan apakah benar terhindar dari macet atau tidak. Finianti juga menyebut, tarif Rp 35 ribu yang dibanderol bus tersebut tidak terlalu mahal.

“Biayanya juga murah karena bisa langsung nyampe di Senayan. Cukuplah dengan fasilitas nya. Aku juga gak perlu repot-repot parkir di sana (Senayan),” kata Finianti.

Dia berharap, ke depan Pemerintah setempat benar-benar serius memilikirkan prospek bus tersebut. Terlebih, setelah masa uji coba selesai, bus Transjabodetabek trayek Bogor-Jakarta dan sebaliknya akan tetap terjebak kemacetan karena tak lagi di kawal Voorijder.

“Kan pasti itu kembali lagi ke awal, macet lagi, waktu tiba jadi enggak tentu berarti kan,” jelas Finianti.

Dari pantauan, memasuki Gerbang Tol (GT) Jagorawi, lalu lintas masih terpantau lancar. Adapun, titik kemacetan pertama terjadi ketika bus memasuki wilayah Gunung Putri. Menurut salah satu, kernet Damri, Hendri, kemacetan tersebut bisa mencapai 10 kilometer. Namun, dengan adanya bantuan Voorijder, bus pun dapat terus menerobos kemacetan tersebut. “Kalau hari kerja ya biasanya begini, macet nyampe Pasar Rebo,” kata dia.

Bus pun, perlahan bisa menembus kemacetan di sana. Namun, tak lama berselang bus dihadang kemacetan lagi, ketika memasuki tol dalam kota. Mulai dari GT Cililitan hingga keluar GT Semanggi, lalu lintas pun terpantau macet, dan kadang padat merayap. Lagi-lagi, bus pun bisa menerobos kemacetan dengan bantuan Voorijder. Setelah itu, bus yang kami tumpangi menyusuri jalan Gatot Subroto, jalan Jendral Sudirman, U-Turn, jalan Jendral Sudirman, jalan Pintu Gelora 1, jalan Asia Afrika, dan berhenti di jalan Akses Sentral Senayan sebagai titik akhir tepat pukul 08.00 WIB. (Gie)