Bunda Milenial Mengecam Aksi Demonstrasi Yang Merusak Fasilitas Umum

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 27 Oktober 2019
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Aksi demonstrasi mahasiswa yang lalu di depan gedung MPR, DPR, DPD mengundang kontroversi karena terlibat perusakan fasilitas umum yaitu Halte Transjakarta.

Halte Transjakarta Slipi Petamburan salah satu halte yang terdampak aksi demonstrasi tersebut.

Pasalnya, oknum-oknum dalam aksi demonstrasi tersebut tak hanya merusak melainkan turut membuat coretan yang menghina kepala negara.

PT Transportasi Jakarta akhirnya merevitalisasi beberapa halte Transjakarta yaitu halte JCC Senayan dan Slipi Petamburan.

Dalam proses revitalisasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh pegawai Transjakarta saja.

Menurut pantauan Tribunnews.com, komunitas Bunda Milenial turut berkontribusi membantu pihak Transjakarta.

Sembilan anggota Bunda Milenial yang hadir di halte Transjakarta Slipi Petamburan sejak pukul 05.00 hingga 12.00 WIB turut mengecat beberapa halte.

“Kami tidak menyalahkan adanya aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan pelajar STM tapi kami kecewa mengapa harus ada aksi vandalisme yang merusak halte-halte Transjakarta,” ucap ketua Bunda Milenial, Sisca Rumondor, dilansir dari Tribiunnews.com (26/10/2019).

Sisca menjelaskan adanya tulisan menghina kepala negara yang mereka coretkan di halte Transjakarta adalah hal tidak dapat ditoleransi.

Ia beserta delapan rekannya mengecam aksi vandalisme tersebut saat di halte Transjakarta Slipi Petamburan, Sabtu, (26/10/2019).

“Seandainya anak saya yang turun dalam aksi demonstrasi cenderung vandalisme tersebut akan saya beri hukuman. Hukumannya pertama saya marahi dulu, lalu saya setop sementara uang jajannya agar jera melakukan hal yang merugikan masyarakat,” ucapnya.

Anggota Bunda Milenial, Rini Widodo berkata ia dan rekan-rekannya mengecat hingga baju kebaya yang dipakai Bunda Milenial dan tangan mereka terkena cat berwarna putih tersebut.

Harapannya agar ke depannya jika ada aksi demonstrasi lagi supaya tidak ada lagi perusakan halte Transjakarta dan fasilitas umum lainnya. (Uli)