Bumi Dilanda Covid-19, Bagaimana Dengan Misi Ke Bulan Dan Mars?

FOTO: tribunnews.com/indoinear.com
Minggu, 22 Maret 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT REPRODUKSI. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Virus corona yang mewabah di Bumi, turut berdampak ke penangguhan misi astronot ke Bulan dan Planet Mars.

NASA mengatakan telah menangguhkan proyek pembangunan dan uji roket serta kapsul untuk misi berawak Artemis, akibat penyebaran penyakit Covid-19.

Badan antariksa itu menutup Michoud Assembly Facility di New Orleans, tempat Sistem Peluncurkan Luar Angkasa sedang dibangun.

Demikian yang diungkap administrator Jim Bridenstine, Kamis malam (19/3/2020).

“Perubahan di Stennis dibuat karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di area sekitar pusat.”

“Jumlah kasus isolasi mandiri termasuk ke tenaga kerja kami di sana, dan satu kasus yang dikonfirmasi di antara tim Stennis kami,” kata Bridenstine dikutip dari Tribunnews.com (21/03/2020).

“NASA akan menghentikan sementara produksi dan pengujian Sistem Peluncuran Luar Angkasa dan perangkat keras Orion.”

“NASA dan tim kontraktor akan menyelesaikan penutupan keseluruhan, yang menempatkan semua perangkat keras dalam kondisi aman, sampai pekerjaan dapat dilanjutkan,” imbuhnya pada Kamis lalu.

Sistem Peluncuran Luar Angkasa atau Space Launch System adalah roket luar angkasa untuk mengangkut para astonot ke Bulan dan yang lebih jauh, sedangkan Orion adalah modul kru.

Kantor berita AFP melaporkan, wabah virus corona ini bisa menghambat misi Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke Bulan pada 2024.

“Kami menyadari akan ada dampak pada misi NASA, tetapi ketika tim kami bekerja untuk menganalisis gambaran lengkap dan mengurangi risiko, kami memahami bahwa prioritas utama kami adalah kesehatan dan keselamatan tenaga kerja NASA,” ucap Bridenstine.

Misi berawak untuk kembali ke Bulan adalah bagian pertama dari program Artemis untuk mendirikan koloni jangka panjang, dan menguji teknologi untuk misi awak ke Mars pada 2030-an.

Sampai berita ini dirilis, Negeri “Uncle Sam” telah mencatatkan total 19.640 kasus virus corona. 264 korban meninggal dunia, sedangkan 147 pasien telah pulih, menurut data dari Worldometers.  (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: