Buku Ini Menyingkap Kehidupan Pahit Putri Diana, Sempat Ingin Bunuh Diri

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 24 Oktober 2019

Indolinear.com, London – Pernikahan antara pangeran dan gadis dari kalangan rakyat biasa bukanlah sebuah dongeng. Buktinya, pewaris takhta Kerajaan Inggris akhir-akhir ini menikah dengan perempuan pilihannya, meski mereka tidak berasal dari kalangan bangsawan.

Namun, publik masih mengingat peristiwa bersejarah 37 tahun silam, ketika seorang Diana Spencer dipersunting oleh Pangeran Charles pada 29 Juli 1981 di St Paul’s Cathedral, Inggris. Seluruh mata dunia tertuju pada prosesi pernikahan keduanya. Sebanyak 750 juta orang menyaksikan momen sakral itu dari balik layar kaca.

Putri Diana memiliki segelintir kisah hidup yang berliku. Dia adalah tipe wanita mandiri dan pekerja keras. Diana bahkan tak malu untuk mengambil beberapa pekerjaan dengan gaji rendah.

Princess of Wales pernah menjadi instruktur tari untuk anak-anak remaja, sampai kecelakaan ski menyebabkannya harus mengambil cuti selama tiga bulan dan akhirnya berhenti, dilansir dari Liputan6.com (22/10/2019)

Anak terakhir dari pasangan John Spencer dan Frances Shand Kydd ini kemudian menemukan pekerjaan baru sebagai asisten di sebuah playgroup, pembantu rumah tangga untuk adiknya Sarah dan beberapa temannya, hingga menjadi tuan rumah di sejumlah pesta.

Pada akhirnya, Putri Diana memilih bekerja sebagai pengasuh untuk Robertsons, keluarga Amerika yang tinggal di London, dan bekerja sebagai asisten guru Young England School di Pimlico.

Di antara seluruh anggota keluarga kerajaan, hanya Diana-lah yang paling sering dan paling banyak disorot media. Hal ini semakin membuat publik penasaran dengan kehidupan pribadinya.

Pada tahun 1992, Andrew Morton merilis sebuah buku berjudul Diana: Her True Story, yang berisi detail eksplosif dan rahasia kehidupan Putri Diana.

Kepada Morton, Diana secara gamblang mengungkapkan kisah rumah tangganya yang berturut-turut dihantam prahara, perjuangannya melawan bulimia dan depresi, serta beberapa upaya bunuh diri.

Morton disumpah untuk merahasiakan seluruh cerita Diana. Dia diminta untuk menerbitkan buku itu tanpa memberitahu publik bahwa ia pernah berbicara langsung kepada Diana.

Kebenaran yang Terkuak

Kebenaran akhirnya terungkap ketika buku itu dirilis pada tahun 2017, hampir dua puluh tahun setelah kematian tragis sang putri. Morton dan penerbitnya ditugaskan untuk membuat sebuah film dokumenter dengan judul yang sama dan dinarasikan sepenuhnya oleh Diana.

Film ini merupakan upaya untuk mengekspos kehidupan Diana yang sepi dan bermasalah.

Salah satu yang paling mengejutkan dari laporan Morton adalah percobaan bunuh diri Diana ketika mengandung Pangeran William.

Kala itu, dia berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan menjatuhkan dirinya dari anak tangga untuk mendapatkan perhatian Charles. Meski demikian, dia mengaku niatnya itu hanya setengah hati, mengingat dia sedang hamil dan memikirkan janin yang di kandungnya.

“Saya telah memberi tahu Charles bahwa saya merasa putus asa dan saya menangis histeris. Ia justru menyebut tangisan saya palsu,” ungkap Diana kepada Morton.

“Itulah yang membuat saya menjatuhkan diri menuruni anak tangga. Sang Ratu keluar, dia ketakutan, gemetar dan dia khawatir,” lanjutnya.

Kini, masyarakat dunia bisa menyimak ulasan mengenai kehidupan sang putri pada situs www.acast.com, dalam sesi bincang berjudul Make It Reign. (Uli)

INDOLINEAR.TV