Bukan Mitos! Inilah Lokasi Asli KKN Desa Penari

FOTO: pikiran-rakyat.com/indolinear.com
Senin, 23 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Film KKN Desa Penari merupakan film yang tayang mulai dari 30 April 2022 dan hingga saat ini sudah tembus sebanyak 7 juta penonton berdasarkan informasi dari Instagram resmi @mdpictures_official.

Bagi Anda yang mengikuti cerita KKN Desa Penari mungkin akan bertanya-tanya mengenai keaslian cerita dan dimana lokasi asli KKN Desa Penari terjadi?

Bukan hanya Anda, Menteri BUMN, Erick Thohir juga ikut tertarik untuk mengetahui keaslian dari cerita KKN Desa Penari.

Dalam akun Instagram resminya, Erick Thohir memposting perbincangan dengan Pengelola dan Penjaga Rowo Bayu yaitu Sudirman dan menanyakan mengenai keaslian dari cerita KKN Desa Penari.

“Jadi true story ya? Bener-bener kisah nyata?” tanya Erick Thohir.

“Iya,” jawab Sudirman, dilansir dari Pikiran-rakyat.com (22/05/2022).

Kemudian Sudirman menceritakan kronologi dari cerita KKN Desa Penari bahwa cerita aslinya berangkat dari 6 mahasiswa dari Surabaya yang melaksanakan KKN pada tahun 2008. Kemudian, terdapat 2 remaja yang berada dalam ikatan asmara kemudian berjalan ke arah utara dan bertemu dengan seseorang serta diberi bingkisan.

“Cerita Desa Penari berangkat dari KKN 2008 itu ada 6 mahasiswa dari Surabaya. Nah dalam studi kasusnya, dua remaja ini ada ikatan asmara, sehingga dalam menjelajah itu tidak di situs, keluar situs agak di utaranya. Disitu ketemu dengan seseorang diajak mampir kerumahnya dan sampai dirumahnya diberi suguhan,” jelas Sudirman.

Kemudian Sudirman menjelaskan bahwa kedua remaja tersebut bertanya kepada orang yang ditemuinya mengenai nama desa yang sedang keduanya kunjungi.

“Dan ceritalah ‘ini desa apa? si mahasiswanya tanya dan dijawablah ‘ini Desa Penari’,” ucap Sudiman.

Kemudian, Sudirman menceritakan kedua remaja tersebut pulang dan bergabung kembali dengan teman-temannya yang berada di bundaran bangunan.

“Karena sudah sore,  pamit pulang pulang, pulang itu di beri bingkisan, Nah bingkisan ini bagus, kemasannya pakai kertas koran gitu kan. dimasukkan di tas, dibawalah pulang, langsung ke wisata ke Rowo Bayu,” jelas Sudirman.

“Di bawah tiang bendera ada bundaran bangunan, temen-temannya udah di situ. Ceritalah mahasiswa ini bahwa dia dari atas dan ada desa namanya Desa Penari. Lalu protes temennya, ga mungkin ada desa,” sambung Sudirman.

“Loh ini saya diberi oleh-oleh, ayo dibuka, dan betapa terkejutnya, begitu dibuka ternyata bukan lagi bungkus koran kertas, tapi daun talas. Setelah dibuka, isinya kepala kera baru dipotong,” jelas Sudirman.

“Si laki-lakinya, si mahasiswa ini langsung pingsan dalam beberapa hari kemudian meninggal. Kemudian, ceweknya menyusul satu bulan kemudian, meninggal juga,” sambung Sudirman.

“Itu cerita sesungguhnya dari cerita Kepala Desa Rowo Bayu dan KKNnya tahun berapa, tanggal berapa semua tercatat,” jelas Sudirman. (Uli)