Buka Aktivitas Ekonomi Lebih Dulu, Deflasi Kota Bekasi Terendah se-Indonesia saat Pandemi

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 9 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Angka deflasi Kota Bekasi sebesar 0,01 persen pada Juli 2020. Angka deflasi Kota Bekasi  terendah se-Jawa Barat, bahkan se-Indonesia.

Se-Indonesia ada empat daerah yang angka deflasinya rendah sama dengan Kota Bekasi, yakni Kota Bogor, Jawa Barat, Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, Gunungsitoli Kepulauan Nias, dan Luwuk, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kota Bekasi di Jawa Barat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada Juli 2020 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,98.

Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat satu kota mengalami inflasi dan enam kota lainnya mengalami deflasi.

Deflasi tertinggi tercatat di Kota Depok sebesar 0,16 persen. Deflasi terendah tercatat di Kota Bekasi dan Bogor sebesar 0,01 persen.

Sedangkan Kota Tasikmalaya mengalami inflasi sebesar 0,13 persen.

Kota Bekasi  dekat dengan episentrum penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 yakni DKI Jakarta, namun pencapaian ekonominya dinilai baik.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa mempertahankan sektor usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) menjadi salah satu faktor  angka deflasi di Kota Bekasi rendah.

Menurut dia, saat pandemi virus corona ini, UMKM menjadi peran terpenting dalam menggenjot kosumsi masyarakat.

“Kita kan semua produksi masker yang kita bagikan itu dari pelaku UMKM Kota Bekasi,” kata Rahmat seperti dikutip dari Wartakota.tribunnews.com (08/08/2020).

“Kemudian kita dorong UMKM ini melakukan kegiatan usahanya. Sekarang ini proses jual-beli bisa melalui daring,” katanya.

Rahmat mengatakan, rendahnya angka deflasi Kota Bekasi  juga disebabkan karena sektor ekonomi di Kota Bekasi yang tetap bertahan.

Apalagi, Kota Bekasi menjadi daerah yang lebih dahulu membuka kegiatan ekonomi saat masa pandemi virus corona ini.

Kota Bekasi juga menjadi daerah pertama yang melakukan simulasi dibukanya kegiatan ekonomi oleh Presiden Joko Widodo secara langsung pada akhir Mei 2020 lalu.

“Kalau begitu berhasil dong apa yang dilakukan simulasi Bapak Presiden pada tanggal 26 Mei 2020,” katanya.

“Dimana disimulasikan ekonomi harus bergerak dalam rangka menjaga keseimbangan fiskal pada masa Covid-19,” ucapnya.

Dia mengatakan,  dalam situasi pandemi ini tak hanya memikirkan kesehatan, akan tetapi juga ekonomi.

Warga, kata dia,  jangan sampai terpapar virus corona. Jika terinfeksi virus corona, maka harus ditangani secara baik.

Selain itu, warga juga jangan terkapar karena ekonomi sulit.

“Maka itu kita buka kegiatan-kegiatan ekonomi, tentu dengan protokol kesehatan ketat dan ada tim kami rutin lakukan pengawasan,” ucap Rahmat Effendi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: