Brisbane Resmi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Ambisi Indonesia Harus Terkubur

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 23 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Brisbane secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade 2032. Kepastian ini sekaligus mengubur ambisi Jakarta untuk menjadi tuan rumah.

Brisbane menjadi pemenang dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh IOC (Komite Olimpiade Internasional) Session pada Rabu (21/7/2021) sore WIB.

Sebanyak 72 suara mendukung pemilihan Brisbane jadi tuan rumah Olimpiade 2032, tiga abstain, dan lima menentang.

“Ini adalah hari membanggakan bagi Australia,” ujar Presiden AOC John Coates, dilansir dari Kompas.com (22/07/2021).

“Saya berterima kasih kepada semua anggota IOC atas kepercayaan mereka. Brisbane 2032 akan berkomitmen sungguh-sungguh untuk melayani gerakan Olimpiade ideal.”

“Olimpiade 2032 di Brisbane akan ditangani oleh tangan-tangan paling berterima kasih, antusias, dan tekun.”

Sementara itu, kebanggaan sama juga disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

“Ini adalah hari historis tak hanya bagi Brisbane dan (negara bagian) Queensland, tetapi juga untuk seluruh negeri,” ujarnya.

“Hanya kota-kota global yang bisa mengamankan Olimpiade. Jadi, ini adalah pengakuan akan kedudukan Brisbane di region ini dan dunia.”

“Olimpiade akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, mengantar keuntungan komunitas berkepanjangan dan menginspirasi generasi berikut atlet-atlet Australia.”

Sebelum ini, Jakarta juga berambisi menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Korea Selatan-Korea Utara, Australia, India, hingga Qatar juga menunjukkan ketertarikan untuk menjadi penyelenggara pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Per awal Juni 2021, Jakarta masih punya ambisi untuk mengejar Brisbane dengan tiga modal kuat yang ditawarkan: Sustainability (keberlanjutan), legacy (warisan), dan dukungan masyarakat.

“Ada parameter-parameter yang dijadikan dasar dalam proses pemilihan ini. Hampir semuanya terpenuhi dengan Indonesia,” ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Okto Saptahari.

“Contohnya sustainability adalah GBK. Itu dipakai di Asian Games pertama, kedua, dan insya Allah nanti di Olimpiade.”

“Untuk legacy, kalau Indonesia jadi tuan rumah ini akan menjadi legacy-nya dunia dan IOC karena pertama kalinya diadakan di Asia Tenggara. Kalau di negara lain kan sudah sering, Brisbane sudah tiga kali.”

“Dukungan masyarakat bisa dilihat dari Asian Games dan Asian Paragames, mereka sangat antusias.” “Saking antusiasnya, surat permintaan menjadi tuan rumah Olimpiade bukan dari Ketua KOI, tetapi langsung presiden. Itu semua menjadi faktor penentu,” ujar Raja Sapta Oktohari.

Pemerintah Indonesia secara terbuka menyatakan tertarik menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 sesaat setelah sukses menyelenggarakan Asian Games dan Asian Paragames 2018.

Keseriusan itu ditunjukkan Indonesia dengan mendaftarkan diri melalui surat langsung dari Presiden Joko Widodo kepada Komite Olimpiade Internasional pada Februari 2019. (Uli)