Brigadir Nur Ali Suwandi, Polisi Yang Rawat Ratusan Anak Yatim

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 10 Januari 2019

Indolinear.com, Yogyakarta – Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian mengungkapkan kekagumannya terhadap seorang polisi berpangkat brigadir yang bertugas di kesatuan Provost Polda DIY. Brigadir tersebut bernama Brigadir Nur Ali Suwandi.

Selain kagum, Kapolri pun juga mengapresiasi sosok Brigadir Ali yang dengan tulus mau merawat anak-anak yatim piatu yang jumlahnya mencapai ratusan anak. Kapolri juga berharap agar yang dilakukan oleh Brigadir Ali bisa menjadi contoh bagi anggota Polri lainnya. Terutama tentang ketulusan untuk mau menolong sesama.

“Saya terus terang menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Brigadir Nur Ali. Saya datang kesini, saya kagum dengan sosok seorang bintara ini yang dengan tulus merawat anak yatim lebih dari seratus orang, mampu membina mereka,” ujar Kapolri, dilansir dari Merdeka.com (08/01/2019).

Kapolri menceritakan dirinya mengetahui sosok Brigadir Ali dari Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri. Kapolda DIY, sambung Kapolri cerita tentang apa yang telah dilakukan oleh Brigadir Ali bukanlah untuk mencari keuntungan pribadi. Selain anak-anak yang kurang beruntung, Brigadir Ali juga mengurus 4 masjid di sekitar kampungnya.

“Ada satu orang bisa jadi contoh bagi Polri, bukan hanya bagi Polda DIY. Supaya di kalangan Polri sadar. Ini lho ada orang yang tulus bekerja. Biar di kalangan Polri malu berbuat salah, malu berbuat buruk kepada rakyat, menjelekkan organisasi. Sementara ada satu figur seorang bintara yang bisa lebih baik,” tegas Kapolri.

Kapolri mengatakan bahwa visi yang saat ini tengah digarapnya di dalam Polri adalah ingin mengubah kultur dan pemikiran. Polisi, kata Kapolri harus berubah.

“Kalau dulu menganggap kami lebih hebat berkuasa. Sekarang zaman demokrasi. Yang punya negara rakyat. Karena rakyat yang punya negara jadi semua harus mendapat kepercayaan dari rakyat. Termasuk polisi,” tutur Kapolri.

Kapolri menambahkan kalau cara pikir seorang polisi masih seperti dulu maka akan dibenci oleh rakyat. Untuk itu, sambung Kapolri, anggota Polri harus bisa lebih melindungi, mengayomi dan melayani rakyat.

“Harus proaktif bukan responsif. Mendatangi, merangkul masyarakat sehingga masyarakat merasa nyaman,” pungkas Kapolri. (Uli)