BPOM Tidak Akan Main-main Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 19 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebutkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait vaksin Covid-19 sangat penting.

Muhadjir meyakini BPOM bakal profesional dalam mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency used Authorization (EuA).

“Saya kira BPOM tidak akan main-main. Saya jamin BPOM profesional, jadi tentu tidak main-main sebab menyangkut hidup mati orang,” ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, dilansir dari Tribunnews.com (18/12/2020).

Muhadjir juga meminta agar BPOM melakukan pemeriksaan ketat terhadap vaksin Covid-19.

Menurutnya, izin dari BPOM sangat diperlukan terutama untuk menjamin keamanan dan efektivitas dari masing-masing jenis vaksin yang akan digunakan.

“Saya juga pesankan selalu harus betul-betul berpresisi tinggi dan tidak bisa dikurangi,” kata Muhadjir.

Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/MENKES/9860/2020, ada 6 (enam) jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia yaitu vaksin dari PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corp (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Seperti diketahui, vaksin Covid-19 telah tiba di Indonesia pada Minggu, (6/12/2020). Vaksin tiba di Bandara Soekarno-Hatta, diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-300ER, pada pukul 21.30 WIB.

Vaksin yang tiba merupakan buatan perusahaan Farmasi asal China, Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: