BPJS Kesehatan Dan DPR RI Sosialisasi Pentingnya JKN-KIS

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 6 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Berupaya agar masyarakat bisa mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik, BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI melakukan sosialiasi program JKN-KIS BPJS Kesehatan di Balai Desa Pandanajeng, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Sosialisasi yang dilaksanakan BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto bersama anggota Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini ini ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri mereka ke dalam program JKN-KIS, yang menawarkan layanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabililitatif.

“DPR RI akan terus melakukan sosialisasi Program JKN-KIS kepada masyarakat, dan diharapkan seluruh masyarakat akan menjadi peserta JKN-KIS,” ujar Yahya Zaini, dilansir dari Tribunnews.com (05/11/2021).

Yahya menegaskan, dengan menjadi peserta JKN-KIS, masyarakat akan mendapat banyak manfaat kesehatan ketika harus membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit.

“Sistem gotong royong ini akan terbentuk jika semua pihak sudah mendaftar dan rutin membayar iuran Progam JKN-KIS. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat yang belum mempunyai JKN-KIS untuk segera daftar sekarang,” tambah Yahya.

Yahya menambahkan, saat ini fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan semakin mumpuni dalam memberikan layanan, dan terus mengembangkan digitalisasi layanan yang semakin memudahkan peserta.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Livendri Irvarizal yang juga hadir pada acara tersebut mengamini dan menegaskan BPJS Kesehatan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang sudah terdaftar, maupun yang belum terdaftar. Salah satunya melalui program Mobile Customer Service (MCS).

“Sosialisasi Program JKN-KIS melalui MCS, menargetkan peserta yang berada di daerah-daeah pelosok yang mungkin sangat jauh aksesnya untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Nantinya lewat program MCS, masyarakat akan diberikan pemahaman mengenai kepesertaan JKN-KIS. Misalnya, mengapa harus mendaftarkan diri menjadi peserta, siapa saja peserta JKN-KIS, hingga bagaimana cara mendaftar, dan berapa besaran iuran yang akan dibayarkan.

Untuk memudahkan peserta dalam mendapatkan pelayanan, Livendri menambahkan, di dalam program MCS akan tersedia petunjuk, serta tata cara pemakaian berbagai aplikasi BPJS.

Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menyediakan kanal-kanal informasi digital yang dapat diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun masyarakat berada.

Harapannya, dengan berbagai bentuk sosialisasi tersebut, akses masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai JKN-KIS BPJS Kesehatan akan semakin luas.

“Saya berpesan masyarakat maupun peserta dapat memahami program JKN-KIS secara keseluruhan. Lewat kanal informasi yang disediakan ini, diharapkan dapat membantu agar informasi terbaru bisa segera diketahui peserta, sehingga tidak terkendala apalagi saat ingin mengakses layanan kesehatan,” tutup Livendri. (Uli)