BPBD Tangsel Ajak Warga Kurangi Resiko Bencana

FOTO: indolinear.com
Jumat, 30 Oktober 2015
loading...

Indolinear, Tangsel – Bencana merupakan hal yang tidak diinginkan masyarakat, namun bencana sering terjadi di tengah-tengah masyarakat tanpa diduga. Bukan hanya bencana alam, bencana sosial dan bencana teknologi pun kini sedang berkembang di tengah masyarakat.

Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel memberikan Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana kepada masyarakat di Remaja Kuring, Kecamatan Serpong pada Kamis, (29/10/2015).

Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari unsur kelurahan diberikan pemaparan oleh narasumber dari Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Chrismanto, Kepala Bidang Bina Manfaat Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBSDA) Tangsel Aji Awan, dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel Bambang Hartoko.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tangsel Kemal, kegiatan ini merupakan sosialisasi pengurangan bencana.

“Jadi bagaimana mereka bisa meminimalisir resiko bencana yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Mereka memilih unsur kelurahan, sebab terjadinya bencana berasal dari masyarakat.

“Merekalah ujung tombak terjadinya bencana. Makanya bagaimana mereka harus bisa memperkecil resiko bencana,” terang Kemal.

Misalnya di Tangsel terdapat Nuklir, sebagai masyarakat harus tahu apa yang akan terjadi bila ada kegagalan dalam proses tersebut. Selain itu terdapat masalah yang muncul oleh teknologi canggih, yakni smart handphone.

“Menurut hasil diskusi bersama masyarakat, banyak bencana sosial yang terjadi karena teknologi didalam handphone. Media sosial menjadi penyebab timbulnya bencana,” jelas Kemal.

Menurutnya kecanggihan handphone yang terus meningkat harus dipantau oleh keluarga. Jangan sampai anak-anak dibiarkan terlalu larut dalam internet.

“Banyak kejahatan yang muncul akibat pertemuan yang diawali oleh media sosial. Hingga akhirnya berujung pada penipuan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Ini yang harus dihadapi orangtua dalam menyikapi anak-anaknya di rumah. Kontrol mereka penting untuk memberikan pemahaman agar tidak bertemu dengan orang asing melalui media,” jelasnya.

Dia mengatakan, hal ini bukan hanya tugas dari BPBD. Melainkan tugas bersama semua elemen masyarakat, terutama keluarga. Pemerintah juga wajib memberikan contoh tauladan kepada masyarakat.

“Karena melihat banyaknya bencana yang terjadi akibat teknologi, kedepan kami akan membuat sosialisasi khusus untuk penanggulangan bencana teknologi. Mengingatkan bahwa bencana yang terdekat adalah media sosial,” papar Kemal.

Sementara menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel Bambang Hartoko, potensi bencana alam yang terjadi di Tangsel adalah banjir, kekeringan, kebakaran, tanah longsor, angin ribut, kegagalan teknologi, dan gempa bumi

“Masyarakat wajib tahu apa saja yang harus dihadapi ketika bencana-bencana tersebut muncul. Disini kami memaparkan semua yang harus mereka lakukan,” jelasnya.(sophie)