Bos Indosat Berharap Penetrasi Internet Merata Di Tahun Depan

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 17 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Penetrasi internet di Indonesia masih belum menyentuh angka 100 persen dari total populasi masyarakat. Data We Are Social & Hootsuite 2021 menyebutkan keterhubungan masyarakat terhadap internet baru mencapai 73,7 persen. Masih terdapat 26,3 persen warga di negeri ini belum terkoneksi internet.

Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo, Arief Musta’in menjelaskan hal tersebut bisa diatasi apabila para pelaku industri telekomunikasi bisa melakukan orkestrasi dalam mendigitalkan ekonomi Indonesia.

“Tantangan utamanya adalah distribusi internet user belum merata, masih terkonsentrasi di Jawa kemudian pulau-pulau besar di Indonesia. Kita perlu memperhatikan ini agar seluruh masyarakat bisa merasakan akses internet dengan menyediakan infrastruktur. Ini tantangan tahun depan,” ungkapnya saat acara diskusi virtual yang digelar IndoTelko, dilansir dari Merdeka.com (16/12/2021).

Apabila akses internet sudah merata, Arief menyebut tantangan berikutnya yang perlu dihadapi oleh operator telekomunikasi adalah tantangan keamanan cyber, persaingan, ketersediaan SDM, dan juga tantangan regulasi.

“Kita bisa melihat size digital ekonomi Indonesia sangat besar. University Technology Sydney menyebutkan size kita itu Rp 630 triliun, bahkan dalam 8 tahun ke depan bisa menjadi empat kali lipat menjadi Rp 4.500 triliun. Ini harus jadi semangat kita semua dalam menjawab tantangan yang dihadapi mulai tahun mendatang,” tegas Arief.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Anang Achmad Latif, menuturkan pihaknya mengemban tugas mendirikan menara telekomunikasi di 7.904 desa di wilayah 3T yang belum terlayani 4G.

“Kami dimandatkan menyediakan BTS 4G yang akan onair pada 2022 mendatang. Saat ini sudah 4.200 BTS yang terbangun sampai akhir 2021. Sementara sisanya 3.704 akan dikebut di tahun berikutnya. Keseriusan pemerintah dalam menjembatani kesenjangan digital tercermin dari kebijakan ini. Program yang seharusnya selesai 2032, bakal diselesaikan tahun depan atau 10 tahun lebih cepat,” kata Anang.

Selain itu, BAKTI juga akan menyediakan fasilitas internet cepat di 150 ribu fasilitas publik memanfaatkan satelit multifungsi Satria yang akan meluncur di kuartal III 2023.

“Kami juga sudah menjalankan program Bakti Kominfo dengan menyediakan internet gratis di 11.589 lokasi di Indonesia tahun ini. Mayoritas di sektor pendidikan, pelayanan Kesehatan, dan kantor pemerintahan,” ujar Anang. (Uli)