BOR 52 Persen, Masyarakat Kota Tangerang Diimbau Perketat Prokes

FOTO: rahmat/indolinear.com
Selasa, 15 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Ketersediaan tempat tidur (bed) di sejumlah rumah sakit di Kota Tangerang kian meningkat. Hal ini diukur berdasarkan bed occupancy rate (BOR) dan ruang intensive care unit (ICU).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, BOR di Kota Tangerang saat ini di angka 52,54 persen, di mana pemakaian ruang ICU berada di angka 52 persen dan pasien dirawat inap 50 persen.

“Tapi ingat, kita pernah di angka 23 persen. Dominasi ICU adalah masyarakat rentan, yakni usia lansia,” ujar Liza, Selasa (8/6/2021).

Liza menyebut, dari 116 bed ICU di 32 rumah sakit di Kota Tangerang, saat ini terpakai sebanyak 67 bed. Kemudian, dari 1.244 bed untuk perawatan, saat ini terpakai sebanyak 655 bed. 25 persen di antaranya merupakan masyarakat di luar Kota Tangerang.

Sementara itu, jumlah kasus di Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) saat ini berjumlah 131 pasien dari 158 kapasitas. Terdiri dari 63 pasien di Puskesmas Jurumudi Baru, 42 pasien di Puskesmas Sudimara Pinang, dan 26 pasien di Puskesmas Manis Jaya.

“Peningkatan kasus ini didominasi klaster keluarga. Namun, awal mulanya adalah klaster arus mudik pascalebaran, klaster silaturahmi, klaster bukber, klaster lingkungan. Penularan itu seperti efek domino yang terus-menerus menular,” jelas Liza.

Salah satu kasus terbaru klaster keluarga dan berawal dari arus mudik hingga menjadi klaster lingkungan, yaitu di Kampung Rawacana, Kelurahan Gandasari, Kacamatan Jatiuwung. Di sana, ditemukan 47 orang positif Covid-19 berdasarkan rapid Antigen.

“Awalnya dari satu keluarga yang pulang mudik, ternyata positif namun tetap beraktivitas bermasyarakat. Di-tracing 48 warga 23 di antaranya positif,” kata dia.

Pada hari kedua, dilakukan lagi tracing terhadap 179 orang dan 10 orang di antaranya positif. Kemudian, pada hari ketiga ditemukan lagi 10 orang positif.

“Tracing ini masih berlangsung tiga hari ke depan,” ucap Liza.

Lantaran BOR terus meningkat dan terlebih pada klaster keluarga dan lingkungan, Liza mengimbau masyarakat Kota Tangerang untuk memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes).

Menurut dia, dalam penanganan Covid-19 tidak bisa dilihat kesiapan dari hilir saja. Akan tetapi, kepatuhan sejak awal harus dilakukan dari hulu, yaitu kepatuhan 5M pada masyarakat.

5M tersebut terdiri dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas.

“Setelah hulunya 5M diperketat, OAB diperkuat, tracing digencarkan di berbagai lini. Hilirnya pada fasilitas, sarana dan prasarana pun dipersiapkan. Dengan begitu, penanganan dan penekanan angka penyebaran covid-19 di Kota Tangerang bisa lebih maksimal,” kata Liza.

Menanggapi situasi terkini, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menginstruksikan kepada camat, lurah, dan kepala OPD se-Kota Tangerang untuk memperketat Operasi Aman Bersama (OAB) di lingkungan padat penduduk, terutama gang-gang perumahan perlintasan antarkampung.

Dia mengatakan, OAB ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid 19. Bukan hanya merazia masyarakat tidak menggunakan masker, tetapi para petugas juga harus memberikan edukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kita tidak melarang masyarakat melakukan aktivitas, terutama kegiatan ekonominya. Namun, harus beriringan dengan kepatuhan protokol kesehatan yang ketat. Kasus pasca-Idul Fitri mulai terlihat, dan bentar lagi Idul Adha, kita harus sama-sama memperketat, dan menekan laju penyebaran ini,” kata Arief. (rhm)