Bom Bunuh Diri Manchester Di Konser Ariana Grande

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 21 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Manchester – Hanya beberapa saat setelah Ariana Grande menyelesaikan lagu terakhir di konsernya, sebuah bom meledak di AO Arena, Manchester, Inggris, pada 22 Mei 2017.

Dikutip dari Liputan6.com (19/06/2021), bom bunuh diri tersebut menewaskan 22 penonton konser dan melukai 116 lainnya.

Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas insiden mengerikan tersebut yang merupakan tindakan terorisme paling mematikan di Inggris sejak pemboman metro London pada 2005.

Grande Datang Kembali untuk Kunjungi Penggemar dan Keluarga Korban

Lebih dari 240 panggilan darurat dilakukan. 60 ambulans dan 400 petugas polisi juga ikut mencari orang yang belum ditemukan oleh anggota keluarganya.

Korban termuda dari pemboman tersebut adalah Saffie Roussos yang masih berusia delapan tahun.

Pelaku bom bunuh diri tersebut adalah Salman Abedi (22). Abedi adalah warga asli Manchester yang mempunyai darah Libya.

Menurut para penyelidik, Aedi diradikalisasi setelah menghabiskan waktu di Libya pada 2011.

Walau ia ditandai oleh dinas keamanan Inggris, Abedi bukan anggota dari kelompok teroris apa pun pada saat pemboman.

Bukti juga menunjukkan bahwa sejumlah individu, termasuk saudara laki-laki Abedi, mengetahui rencananya, dan mungkin membantu melaksanakannya.

Setelah serangan itu, Grade menyampaikan pernyataannya melalui akun Twitter-nya dengan mengatakan, “dari lubuk hati saya, saya sangat menyesal. saya tidak punya kata-kata.”

Ia juga menulis pernyataan lebih panjang melalui Instagram beberapa hari setelah kejadian tersebut.

Sebelas hari kemudian, ia kembali ke Manchester untuk mengunjungi penggemar yang terluka dan keluarga para korban. (Uli)