Boleh Berjualan Lagi Di Alun-alun Bekasi, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli

FOTO: detik.com/indolinear.com
Sabtu, 20 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Alun-alun Kota Bekasi yang kembali boleh digunakan oleh pedagang untuk berjualan masih sepi pengunjung. Para pedagang yang berjualan di sana mengeluhkan penurunan jumlah pembeli hingga omzet.

Sejumlah pengunjung, baik anak muda maupun orang dewasa, duduk di tikar-tikar yang telah disediakan. Para pengunjung tersebut terlihat tetap menjaga jarak, namun masih ada yang terlihat tidak menggunakan masker.

Salah seorang pedagang jus buah, Wawan, mengeluhkan sepinya pembeli. Menurutnya, pada hari biasa lebih banyak pedagang daripada pembelinya.

“Jujur, mending dagang di kontrakan daripada dagang normal di sini lagi. Soalnya jauh, ya, dirata-rata sebelum Corona, pengunjungnya tetap sepi. Cuma malam Minggu doang agak mendingan. Selebihnya gini, rame pedagangnya doang,” kata Wawan, dilansir dari Detik.com (19/06/2020).

Wawan mengatakan para PKL tidak diperkenankan berjualan di alun-alun Bekasi sejak 19 Maret hingga 4 Juni. Selama alun-alun ditutup, Wawan mengaku berjualan di depan kontrakannya yang berada di daerah Kebon Cina.

Kondisi serupa dialami pedagang lainnya, Ricky. Pedagang sate taichan yang telah berjualan di alun-alun Bekasi sejak 2015 ini mengaku harus putar otak selama dirinya dilarang berjualan di kawasan alun-alun.

“Wah, itu mah udah pontang-panting. Kita harus survive. Jadi main online kita. Tapi, (pendapatannya) cuma buat putaran makan harian doang. Tutup makan hari-hari sama balik modal dagangan saja. Kalau kita bicara untungnya mah nggak ada,” terangnya.

Ricky mengaku pendapatannya saat ini masih jauh dibanding sebelum datangnya pandemi Corona. Dia juga mengaku kerap menutup dagangannya pada pukul 23.00 WIB.

“Tetap sepi (pengunjung). Di sini kita juga kan pukul 11.00, pukul 12.00 malam sudah sepi, pada tutup. Dulu kan pukul 02.00 WIB masih buka,” terang Ricky.

“Ibaratnya, alhamdulillah masih ada saja yang beli. Sekarang ramai pedagang doang. Tapi, kalau ngikutin alur Corona, kita takut juga, tapi perut teriak, mau bagaimana jadinya,” imbuhnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: