Bocah 9 Tahun Ciptakan Mesin Cuci Tangan untuk Cegah Covid-19

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 8 Juni 2020
loading...

Indolinear.com, Kenya – Bocah 9 tahun di Kenya berhasil membuat mesin cuci tangan semi-otomatis demi mencegah virus corona.

Ia pun mendapat penghargaan dari presiden.

Seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (07/06/2020), Stephen Wamukota, warga Bungoma di Kenya Barat, adalah sosok termuda dari 68 orang yang menerima penghargaan dari Presiden Uhuru Kenyatta.

Wamukota menciptakan mesin cuci tagan semi-otomatis untuk membantu mengekang penyebaran Covid-19 di negaranya.

Di Kenya, dilaporkan telah ada lebih dari 2.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Ayah Wamukota, James, mengatakan bahwa putranya mendapat ide untuk membangun mesin cuci tangan itu setelah mempelajari cara pencegahan Covid-19 di saluran TV lokal, yaitu salah satunya dengan mencuci tangan.

“Saat pertama kali presiden mengumumkan infeksi Covid-19 di negara kami, dianjurkan bagi setiap orang untuk mencuci tangan secara teratur, ” ujar sang ayah.

“Anak saya mengatakan kepada saya bahwa saat itu dia telah menemukan struktur untuk membantu mencuci tangan agar lebih mudah.”

Proses pembuatan

Untuk membuat mesin cuci tangan, Wamukota mengumpulkan kayu, paku, dan tangki air kecil.

James, yang bekerja memperbaiki barang-barang elektronik, mengatakan suatu hari ia pulang kerja dan melihat bahwa putranya membangun mesin dengan beberapa kayu sisa.

Kayu-kayu itu sebelumnya akan ia digunakan untuk membuat jendela.

“Saya melihat yang ia bangun tidak stabil sehingga saya membantunya melakukan beberapa penyesuaian.”

“Saya tidak ingin hasil karyanya berantakan,” kata James.

Mesin cuci tangan disatukan dengan kayu dan memiliki dua kaki pedal.

Satu pedal untuk mengeluarkan sabun dan yang lainnya untuk mengeluarkan air.

Kedua pedal itu memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan sabun dan air tanpa menyentuh permukaan dengan tangan mereka.

Hal itu otomatis mengurangi kemungkinan tertular virus corona.

James mengatakan putranya memahami gagasan itu berkat kurikulum sekolah Kenya.

Sekolah mengajarkan anak-anak muda cara mengumpulkan dan membangun berbagai macam hal.

Janji beasiswa

Wycliffe Wangamati, gubernur Bungoma tempat Wamukota tinggal, menjanjikannya beasiswa untuk pendidikan dasar dan menengahnya.

James mengatakan perincian beasiswa masih dalam proses karena sekolah-sekolah Kenya masih ditutup akibat pandemi.

“Kami sedang menunggu sekolah dibuka untuk menghubungi gubernur tentang janjinya.”

“Gubernur mengatakan kepada saya bahwa begitu sekolah dibuka, dia akan memberinya beasiswa ke sekolah yang cocok untuk mengembangkan bakatnya,” kata James.

Wamukota sendiri berkata ia ingin menjadi insinyur.

James pun mengatakan ia berharap penghargaan presiden membuka pintu bagi putranya untuk menjadi orang hebat di negaranya.

“Dia selalu mengatakan dia ingin membangun pabrik dan menjadi insinyur,” katanya.

“Kuharap dia melakukannya, dan menjadi orang yang hebat.” (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: