Bocah 3 Tahun Ditemukan Selamat setelah Hilang Tiga Hari Di Hutan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 8 September 2021
loading...

Indolinear.com, Australia – Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun ditemukan selamat pada hari Senin (6/9/2021) setelah menghilang 3 hari di hutan berbatu di Australia.

Anak itu ditemukan saat sedang duduk di sungai.

Dilansir dari Tribunnews.com (07/09/2021), ratusan orang telah mencari Anthony “AJ” Elfalak, yang merupakan penyandang autisme dan non-verbal.

Bocah itu hilang di kawasan pedesaan terpencil keluarganya di dekat desa Putty, utara Sydney, Jumat (3/8/2021) malam.

Awak helikopter polisi melihat anak itu duduk di perairan dangkal di dasar sungai Senin pagi, sekitar 510 meter dari rumahnya, kata Inspektur Polisi Tracy Chapman.

Detik-detik penemuan anak itu terekam dalam video dan dibagikan secara luas di media sosial.

AJ dalam kondisi baik tetapi dibawa ke rumah sakit untuk observasi, kata petugas ambulans.

Sang ayah, Anthony Elfalak, mengatakan AJ digigit semut, mengalami ruam popok dan mengalami lecet.

“Ini keajaiban,” kata sang ayah kepada wartawan setelah ia dan istrinya, Kelly Elfalak, dipertemukan kembali dengan putra mereka.

“AJ hanya menempel pada ibu. Begitu AJ mendengar suara ibunya, dia membuka matanya dan menatapnya dan tertidur,” katanya.

Ibu AJ bergegas menuju lokasi di mana sang anak ditemukan

Ibu AJ bergegas menuju lokasi di mana sang anak ditemukan (Screenshot Twitter)

AJ ditemukan di area yang sudah dicari sebelumnya.

AJ sedang berlutut di sungai ketika seorang petugas Layanan Darurat Negara mendekatinya dan meletakkan tangannya di bahu bocah itu, kata Kepala Inspektur SES Simon Merrick.

Petugas itu menyatakan bahwa AJ menoleh ke arahnya dengan senyum lebar di wajahnya, kata Merrick.

Polisi berasumsi AJ menghabiskan seluruh waktunya di hutan.

Kemampuannya untuk menemukan air minum merupakan faktor kunci keselamatannya, ungkap Chapman.

Suhu semalam di daerah itu juga turun hingga 43 derajat Fahrenheit atau 6 derajat Celcius.

Paramedis yang memeriksa AJ, Gerry Pyke, menyebutnya sebagai “penyintas kecil.”

“Kondisi AJ cukup luar biasa,” kata Pyke.

“Dia sangat, sangat berterima kasih. Saya bisa melihat itu di matanya.”

AJ tidur di ambulans setelah bertemu kembali dengan orang tuanya, lalu bangun karena lapar.

“Dia makan sekitar tiga potong pizza dan pisang jadi dia cukup kenyang,” kata Pyke. (Uli)