BNN Klaim Jika Pencegahan Masuknya Narkoba Sudah Kuat

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 7 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Kepala BNN, Komisaris Jenderal Heru Winarko mengatakan bahwa darurat Narkoba bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan di negara-negara lain di dunia.

Pernyataan Heru tersebut merespon pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon bahwa Indonesia sudah menjadi pasar Narkoba dan statusnya sudah darurat.

“Ya kalau situasi darurat itu bukan hanya di Indonesia, tetapi sudah di semua negara karena narkoba ini ya kemana mana. Cuma bagaimana kita suplai dan demand nya itu bisa kita tiadakan dan minimal kita kurangi,” ujar Heru di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Tribunnews.com (06/03/2019).

Heru tidak membantah bahwa sudah berton-ton Narkoba masuk ke Indonesia. Hanya saja jumlah tersebut tidak datang sekaligus, melainkan akumulasi. Untuk tahun kemarin saja, jumlah Narkoba yang masuk ke Indonesia mencapai 7,3 ton.

“Kita cukup kuat (untuk mencegah), angkatan laut kita dan kita juga bekerja sama dengan pihak luar, kita cukup kuat dan memang masuknya rata rata mungkin di tengah laut mereka lewat speed boat atau kapal nelayan seperti yang kemarin kita dapat,” katanya.

Selain itu untuk menangkal masuknya Narkoba, pihaknya sudah melakukan sejumlah terobosan. Diantaranya bekerja sama dengan Pelindo dan Angkasa Pura untuk memproteksi pintu masuk.

“Seperti bandara dan pelabuhan misalnya, bagaimana mereka membangun sistem yang akan kita tingkatkan lagi agar tidak masuk. lewat kargo misalnya. Lalu untuk pelabuhan tikus seperti yang tersebar 50 ribu Kilometer perbatasan kita,” pungkasnya. (Uli)