BMW X2 M Mesh Edition Tampil Beda Dan Semakin Berkelas

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 9 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – BMW sekarang punya edisi khusus untuk Sport Activity Coupe paling mungil mereka, X2. Diberi nama X2 M Mesh Edition, ia tampil menohok dengan pakaian barunya.

Belum saatnya bagi X2 untuk melewati fase update tengah siklus hidup. Bagaimana tidak, ia mendebut di 2017 dan mulai mengaspal 2018. Kurang lebih baru berumur dua tahun di pasaran. Belum terlihat usang juga.

Kendati begitu, BMW tetap berupaya bikin sang SAC semakin atraktif lewat edisi spesial. Sorotan utama adalah komposisi eksterior menyolok.

Walau melekat huruf M setelah nama seri, M Mesh Edition bukanlah kontestan berotot dari divisi Motorsport. Sebatas dandanan dari basis varian M Sport X.

Menyesuaikan nama, ia mengenakan grille bermotif jala tiga dimensi terinspirasi anggota M Performance. Visual menyerupai model M340i atau Z4 M40i.

Di samping itu, area penegas kesan crossover disemprot cat Frozen Black-Brown. Meliputi trim bumper, bibir sepatbor, serta cladding pada pintu dan side skirt.

Kesan nyentrik ditampilkan lewat striping decal jingga nan kontras. Melekat di bonnet, dan pintu sebagai standar pada kelir spesial Brooklyn Grey Metallic.

Kalau ini adalah kudapan manis, mungkin rasanya seperti permen coklat isi selai jeruk. Menggambarkan tema warna hiasan. Decal jingga turut tersedia dengan latar Sapphire Black Metallic.

Beda untuk warna dasar Alpine White, Phytonic Blue Metallic, atau Sunset Orange Metallic. Tiga seleksi tadi akan berpadu kontras dengan strip hitam. Kalau tidak suka, dapat dicabut sesuai permintaan.

Nah, seluruh gaya eksterior ini dibikin komplet oleh sepatu M Aerodynamic 19 inci (20 inci opsional) dikelir serupa decal, dikutip dari Liputan6.com (07/10/2020)

Yang Bikin Spesial

Tak hanya penyesuaian tema, rupa fasad depan mengikuti komposisi anyar varian xDrive25e PHEV. Area bumper lebih bersih tanpa keberadaan fog lamp lingkaran. Fungsinya kini terintegrasi dalam bagian lampu LED standar.

Dapat pula dipilih penerangan LED adaptif berisi fungsi matrix agar tidak menyilaukan pengendara lain. Juga rumah lampu gelap BMW Individual lights Shadowline sebagai opsi tambahan.

Paduan warna eksterior ikut diterjemahkan dalam kabin. Sport seat M dibungkus bahan Dakota Leather warna Mocha ditemani Alcantara antrasit.

Sementara itu, aksen jahitan oranye tersebar di bangku, panel instrumen, dan konsol tengah. Sama halnya pada karpet, bibirnya menganut warna orange.

Semakin jelas disuarakan bahwa bakal menduduki edisi spesial lantaran ditempelkan cover metalik bertuliskan “Edition” pada sill pintu. Di samping itu, grafis cahaya “X2” mejeng di jalan saat pintu dibuka.

Performa

Semua hanya tampilan dan tema tanpa dukungan performa ekstra. M Mesh Edition dipaketkan dengan pilihan mesin standar X2. Ada unit tiga silinder 1.500 cc turbo pada sDrive18i yang sanggup menghasilkan output 136 PS/220 Nm.

Atau, pemacu empat silinder 2.000 cc turbo pada sDrive20i dan xDrive 20i. Berpotensi gelontorkan 178 PS/280 Nm.

Sementara itu, di sisi diesel mengadopsi pemacu 2,0 liter turbo. Siapkan tiga seleksi output mulai dari 150 PS/ 350 Nm, 190 PS/400 Nm, atau 231 PS/450 Nm.

Diberi akhiran M, lucunya tidak ada model terkencang M35i untuk edisi khusus ini. Line-up justru ditutup versi PHEV xDrive25e. Mengombinasikan pemacu tiga silinder 1,5 liter turbo berkekuatan 125 PS/220 Nm bersama motor listrik 95 PS/ 165 Nm.

Sinergi keduanya menyuguhkan output total 220 PS dan torsi 385 Nm ke roda lewat girboks otomatis enam percepatan. Sebagai PHEV, xDrive25e dapat dikendarai dalam mode EV sampai sejauh 57 km. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: