Blusukan Ke Sukatani, Bupati Bekasi Bantu Rumah Warga

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 13 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Kinah (73) warga Kampung Srengseng RT 002/RW 006 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, tak menyangka akan kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Bekasi.

Tak hanya datang, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menyerahkan bantuan untuk perbaikan rumah dari dana CSR Bank BJB sebesar Rp 20 juta kepada Kinah.

Dana itu digunakan untuk memperbaiki rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni.

“Saya berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk perbaikan rumah, sehingga Ibu Kinah dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman setelah dibangun nanti,” kata Bang Eka, panggilan Bupati Bekasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (12/06/2021).

Bang Eka mengatakan, selain memanfaatkan dana CSR, pemerintah Kabupaten Bekasi mempunyai program Bedah Nata Rumah (Bebenah) untuk membantu warga yang kondisi rumahnya sudah tidak layak huni.

Eka mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah menyiapkan anggaran program Bedah Nata Rumah (Bebenah) untuk membangun 5.000 rumah yang sudah tidak layak huni di Kabupaten Bekasi dengan anggaran Rp 20 juta setiap rumah.

Sementara Camat Sukatani, Imam Faturahman mengatakan, pembangunan rumah Ibu Kinah akan segera dilakukan esok hari agar bisa segera ditempati.

“Sesuai dengan arahan Pak Bupati, Insya Allah pembangunan rumah ibu Kinah akan segera dilakukan esok hari. Dan semoga dengan dibangunnya rumah yang sudah tidak layak huni, mudah-mudahan bisa merasa nyaman, aman, dan tidak takut tertimpa rumah saat hujan,” kata Imam.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Bekasi menyerahkan bantuan dari Baznas Kabupaten Bekasi untuk 100 anak yatim piatu dan bantuan sembako untuk 100 warga yang tidak mampu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Pondok pesantren El-Muhibbin yang berada di Kampung Elo, Desa Sukamanah, untuk bersilaturahmi dan melihat langsung kondisi pondok pesantren.

Di Pondok Pesantren El-Muhibbin, Bupati Eka menyerahkan bantuan dari Baznas Kabupaten Bekasi senilai Rp 10 juta dan dari uang pribadi Bupati Bekasi senilai Rp15 juta.

Dana tersebut diterima langsung oleh pimpinan pondok pesantren, KH Abdul Holiq. (Uli)