Blibli Mencari Mitra Yang Pakai Pendekatan Teknologi Di Bisnis e-Grocery

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 30 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Platform e-grocery, Blibli Mart, bekerja sama dengan mitra yang menggunakan pendekatan teknologi panen produk untuk menjaga kestabilan supply-demand. Alhasil, harga jual produk di Blibli Mart lebih terjaga karena pasokan produk lebih bisa diprediksi.

Edward Kilian Suwignyo, Chief Marketing Officer Blibli, menjelaskan bisnis e-grocery mengikuti musiman seperti musim panen yang sangat mempengaruhi faktor supply atau pasokan. Hal ini juga terjadi di Blibli Mart. Untuk mendapat pasokan produk lebih pasti, kami menjalin kerja sama dengan mitra-mitra yang menggunakan teknologi untuk memprediksi musim dan hasil panennya (forecast), sehingga suplai dari mitra bisa diprediksi dengan lebih baik.

“Menariknya, di e-grocery semua di pool, sehingga mitra di semua kota bisa akses. Artinya, kami bisa memprediksi mitra daerah mana yang sedang panen atau mampu suplai ke daerah yang kami prediksi volume permintaannya akan tinggi. Sehingga mitra lain bisa mengalokasikaan pasokan ke daerah yang volume permintaannya tidak setinggi daerah itu. Dengan memeratakan hal ini, maka supply and demand lebih terjaga. Dampaknya, harga jual produk di Blibli Mart tidak fluktuatif,” ujar Edward menjawab Merdeka.com saat acara Google Trends: Penelusuran Bahan Pokok Kuartal I 2022 secara daring, dilansir dari Merdeka.com (29/05/2022).

Selama libur Lebaran, lanjut dia, tren belanja bahan pokok di platformnya juga terus meningkat. Bahan pokok yang dicari dan dibeli dominan selama libur Lebaran itu adalah minyak goreng dan produk segar seperti buah-buahan dan sayuran.

Blibli mulai mengadopsi e-grocerysejak 2018 dan hingga kini adopsinya semakin tinggi, antara lain karena faktor pandemi. e-commerce milik Grup Djarum ini menawarkan garansi 2 jam pasti sampai sejak konsumen membayar produknya.

“Kami sadar e-grocery menjadi support system bagi masyarakat yang harus tetap di rumah akibat kebijakan pembatasan aktivitas karena pandemi,” ucapnya.

Edward memprediksi e-gocery akan menjadi tren berkelanjutan berdasarkkan faktor kustomer yang melakukan repeat order di Blibli Mart dengan jumlah barang yang semakin banyak dan beragam.

“Kami percaya omnichannel groceries merupakan tahap lanjutan atas metode berbelanja kebutuhan sehari-hari. Yang mana pelanggan dapat merasakan pengalaman yang

seamless baik secara online maupun offline, serta mendapat produk yang dibutuhkan langsung di lokasi mereka berada. Untuk itu, infrastruktur, rantai pasok, dan logistik yang terintegrasi memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mulai dari menghadirkan pilihan produk berkualitas dan lengkap, harga kompetitif, hingga pengiriman cepat,” pungkas dia.

Menurut Google, laporan e-Conomy menunjukkan, di Asia Tenggara belanja bahan pokok yang dilakukan secara online baru 2 persen dibandingkan 25 persen populasi yang senang berbelanja online untuk produk-produk non-bahan pokok.

Laporan lain dari L.E.K Insights per November 2021) menunjukkan penjualan bahan pokok secara online tumbuh 4-5 kali lipat dari 2019 hingga 2020 dan nilainya diperkirakan mencapai US$ 5-6 miliar hingga 2025. (Uli)