BJ Habibie Teruskan Mimpi Istrinya Daftarkan Diri di Bank Mata

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 13 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Sebelum meninggal dunia, Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meneruskan mimpi mendiang sang istri, Hasri Ainun Habibie untuk donor mata.

Dikutip dari Tribunnews.com (12/09/2019), Ainun sebenarnya sudah terdaftar sebagai pendonor di Bank Mata Indonesia.

Namun sayang Ainun tidak diperbolehkan mendonorkan mata lantaran kala itu kondisinya tak memungkinkan dengan penyakit kanker ovarium yang dideritanya.

Setelah Ainun wafat pada 22 Mei 2010 silam, BJ Habibie kemudian mendaftarkan diri sebagai pendonor di Bank Mata Indonesia.

Sejak 2016, BJ Habibie sudah terdaftar menjadi pendonor, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Bank Mata Indonesia Tjahjono Gondhowiardjo dalam peluncuran program ‘Sepuluh Ribu Mata’.

“Pak Habibie telah terdaftar (pendonor mata). Ibu Ainun dulu juga (terdaftar sebagai pendonor).”

“Tetapi karena ibu meninggal kondisinya berat, juga ada faktor kanker, jadi tidak bisa jadi donor saat itu,” ungkap Tjahjono dalam acara yang diadakan Pollux Habibie International pada Mei 2016 lalu itu.

Jika seseorang sudah bersedia menjadi pendonor mata, maka ia menyatakan kesediaan memberikan kornea mata jika meninggal nanti untuk orang-orang yang bermasalah dalam penglihatan atau tuna netra.

Tjahjono menyebut pendonor mata tidak dibatasi usia asalkan kondisi matanya masih sehat.

“Ada pasien yang dioperasi saat usia 40 tahun. Dia mendapat donor dari orang berusia 80 tahun.”

“Sekarang, orang yang dioperasi itu sudah berusia 80 tahun juga. Bayangkan, pada matanya ada kornea hidup 120 tahun,” ujar Tjahjono.

Diketahui, Bank Mata hanya mengambil bagian kornea pendonor dan tidak mengambil satu bola mata utuh.

Setelah kornea diambil, maka akan dihitung jumlah sel hingga dinyatakan mencukupi dan sehat sehingga bisa didonorkan.

Tjahjono berharap banyak orang yang meneruskan jejak BJ Habibie dan Ainun untuk menjadi pendonor lantaran banyak orang Indonesia yang membutuhkan donor.

“Sampai saat ini kita masih tergantung dari luar negeri, seperti Filipina dan Srilanka.”

“Di Indonesia sangat sedikit, hanya 20 kornea yang sudah didonorkan dalam waktu 3-4 tahun. Padahal yang menunggu sangat banyak,” terang Tjahjono.

Gaya Hidup BJ Habibie

Sebelum meninggal dunia, BJ Habibie sempat menceritakan kegiatan sehari-harinya kepada pembawa acara Najwa Shihab.

BJ Habibie mengungkap dirinya selalu renang setiap pagi sambil melafalkan ayat-ayat suci Alquran.

Wawancara BJ Habibie di ‘Mata Najwa’ setahun lalu itu ditayangkan kembali di kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (12/9/2019).

Saat itu, BJ Habibie diminta Najwa Shihab menjawab beberapa pertanyaan dari warganet yang di antaranya soal kegiatan rutin sehari-hari.

“Eyang, rutinitas apa yang Eyang Habibie lakukan di pagi hari setelah bangun tidur dan di malam hari sebelum tidur?” tanya akun Instagram @Ayu.paramudita.

BJ Habibie ternyata hobi berenang sejak muda hingga usianya yang saat itu menjelang 82 tahun.

“Ya setelah bangun tidur saya berusaha berenang, ya saya berenang,” ujar BJ Habibie.

Saat masih muda, BJ Habibie bisa menghabiskan waktu dua jam untuk berenang, namun di usia senjanya, Habibie disarankan untuk mengurangi durasi berolahraga.

“Kalau saya berenang dulu, waktu saya masih muda, saya berenang gampang itu dua jam non-stop.”

“Tapi sekarang dengan usia mendekati 82 tahun, saya bisa juga berenang begitu, tapi disarankan hanya 30 menit,” jelas BJ Habibie.

Tak sekadar berenang, BJ Habibie ternyata memulai dan menjalani kegiatan itu sembari malafalkan ayat suci Alquran serta bacaan lainnya.

“Saya masuk (ke kolam renang) langsung saya baca Alfatihah, saya baca Yasin, saya baca Tahlil, saya baca semua, sambil berenang,” ujar BJ Habibie.

Durasi BJ Habibie saat berenang pun bermacam-macam dan tergantung seberapa lama ia bisa melafalkan surat Yasin.

“Karena tergantung, kalau saya bisa selesaikan doa Yasin dalam satu jam berani, tapi kalau ternyata saya bisa lebih, saya buat lebih,” ungkap BJ Habibie.

Bukan tanpa alasan, BJ Habibie memang sengaja selalu melibatkan amalan-amalan keagamaan dalam setiap kegiatannya untuk mempersiapkan diri.

“Dalam hal ini, saya laksanakan otak saya bekerja tetapi ya konsentrasi pada persiapan diri saya untuk memasuki dimensi yang lain,” kata BJ Habibie.

Setelah mengawali hari dengan berenang dan melafalkan ayat suci, BJ Habibie juga mengakhiri harinya dengan membaca Alquran serta ibadah lainnya.

“Kalau pagi hari saya berenang, ini otaknya (bekerja), kalau malam hari sama juga, saya baca lagi Alquran, baru saya Yasin, Tahlil, surat selamat, Imran, baru saya tahajud, baru saya tidur,” pungkasnya.

Riwayat Kesehatan BJ Habibie sejak tahun 2014 hingga kini:

– 25 Oktober 2014, BJ Habibie dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena kelelahan

– 22 Agustus 2015 BJ Habibie dirawat di rumah dan mendapatkan perawatan

– 4 Maret 2016 BJ Habibie dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena demam dan infeksi bakteri

– Maret 2018 BJ Habibie dirawat di rumah sakit di Kota Munchen, Jerman

– Agustus 2018 BJ Habibie dirawat di RSPAD karena kelelahan

– 1 September hingga Rabu (11/9/2019) pukul 18.30 WIB BJ Habibie di RSPAD Gatot Soebroto (Uli)