Bisnis Suku Cadang Lesu, Bertransformasi Menjadi Penjual Cupang

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 9 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Berjualan ikan cupang menjadi pilihan Agung Sriyono selama pandemi Covid-19. Di saat usaha di bidang pengadaan suku cadang mesin tengah lesu, Agung bertransformasi menjual ikan cupang hias. Demi menopang kondisi ekonomi keluarga.

Omzet bisnisnya mulai turun pada Januari 2020. Kondisi makin memburuk sejak Maret 2020 atau awal Pandemi Covid-19 di Indonesia. Agung sadar, usaha tradingnya tidak mampu menghidupi keluarga dan pegawainya.

Alhasil, Agung mencari-cari usaha yang cocok di saat kondisi pandemi. Ide datang dari sang anak. Agung melihat anaknya membeli ikan cupang seharga Rp8.000. Agung melihat potensi bisnis barunya.

Dia mulai merawat ikan cupang. Namun gagal. Ikan cupang yang dirawatnya cepat sakit. Dia berinisiatif melakukan riset cara merawat ikan cupang. Saat itulah Agung kagum dengan warna-warna ikan cupang yang ternyata sangat beragam dan menarik. Tak hanya itu saja, Agung juga terkejut dengan harga ikan cupang yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Agung semakin semangat memiliki usaha berjualan ikan cupang. Agung mencari ilmu menjual ikan cupang, mulai dari membuka YouTube hingga bertanya pada senior yang sudah pengalaman.

“Untuk perawatan sendiri, karena saya pemula, mungkin bagi saya agak susah. Makanya tiap hari, sambil berjalan saya sambil belajar, lihat-lihat tutorial, yang senior-senior, yang di YouTube, kan banyak tutorial-tutorial untuk perawatan,” kata Agung dalam program Berani Berubah hasil kolaborasi SCTV, Indosiar, dilansir dari Merdeka.com (07/09/2020).

Usaha ikan cupang dimulai. Agung bersama sang adik memulai usaha dengan modal Rp25-30 juta. Tentu semuanya bertahap, mulai dari membeli peralatan pemeliharaan ikan hingga biasa sewa tempat.

“Modal awal dari bisnis ini awalnya tidak begitu banyak ya. Dari sewa tempat, untuk pembelian peralatan, sampai ke pembelian indukan ikan,” kata Agung.

Agung menjualnya via online maupun offline. Dia menjelaskan, sistem penjualan online melalui lelang di Instagram. Agung menawarkan sekitar 30 ikan cupang hias kepada sejumlah pembeli. Bagi pembeli yang menawarkan dengan harga tinggi, maka pembeli itu yang berhak mendapat ikan cupang tersebut. Alhasil, ikan cupang yang ia tawarkan bisa laku dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah.

“Untuk penjualan online, kita lebih sering lelang live di Instagram,” kata Agung.

Kini pembeli ikan cupangnya sudah hampir berasal dari seluruh Indonesia.

“Pembelinya, dari Manado ada, dari Gorontalo, dari Makassar, Pontianak, Samarinda, Batam, Aceh pun ada, Kupang. Dari NTB juga ada, Palembang. Yang pulau Jawa lebih banyak lagi,” kata Agung.

Awalnya keluarga Agung sangat pesimis dengan usaha penjualan ikan cupang ini. Kini mereka berbalik mendukung Agung. Tak hanya itu saja, sejumlah rekan Agung juga mengikuti jejaknya menjual ikan cupang.

“Jadi usaha cupang ini awalnya dari kita, justru menginspirasi teman-teman,” tutup Agung. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: