Bisa Menjadi Ambulance Feeder Dan Penjernih Air, AMMDes Dipuji Menkes

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 15 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang bisa menjadi ambulance feeder dan penjernih air mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pasalnya, kendaraan ini bisa diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, Puskesmas, dan kelompok masyarakat.

“Akhir pekan kemarin, di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK Jakarta), Ibu Menteri Kesehatan Nila Moeloek melihat langsung sejumlah AMMDes yang kami tampilkan. Ibu Menteri sangat merespons positif terhadap beragam fungsi dari AMMDes,” jelas Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika di Jakarta, dilansir dari Liputan6.com (13/09/2019).

Lanjut Putu, pada kesempatan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi mini expo untuk memajang sebagian alat multiguna yang diharapkan mampu memacu produktivitas dan kesejahteraan di pedesaan tersebut.

Karya anak bangsa yang sudah mengoptimalkan komponen lokal hingga 70 persen ini selaras dengan fokus program pemerintah, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

“Kami menampilkan AMMDes ambulance feeder, AMMDes penjernih air dan air minum, serta AMMDes bertenaga listrik. Selain itu kami menampilkan unit pengolah air dan air minum untuk beberapa rumah sakit yang merupakan kolaborasi antara Kemenperin dengan RS Hasan Sadikin Bandung serta dikembangkan juga prototipe unit pengolah air untuk Puskesmas dan untuk komunitas masyarakat dengan kapasitas 240 keluarga,” tegasnya.

Sebelumnya, AMMDes ambulance feeder menjadi pilot project di Kabupaten Lebak, Banten. Langkah strategis ini diyakni guna meningkatkan pelayanan transportasi rujukan kesehatan untuk membantu masyarakat dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pilot project ini merupakan salah satu wujud nyata peningkatan pelayanan kesehatan dengan membantu menurunkan kematian ibu dan kematian bayi.

“Program pilot project itu sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Lebak untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program Jemput Antar Ibu Hamil dan Bersalin Bermasalah (Jamilah) yang diperkenalkan sejak 2017,” tutur Putu.

Bantu Ibu Hamil

Tujuannya juga untuk memperkuat keterlibatan antara ibu hamil dengan relawan Jamilah. “Kami terus mengajak semua pemangku kepentingan agar dapat berkontribusi aktif dan berkomitmen mendukung perluasan pemanfaatan dan pengembangan implementasi AMMDes dalam meningkatkan kegiatan usaha atau produktivitas serta meningkatkan pelayanan masyarakat desa,” ungkapnya.

Di samping itu, AMMDes penjernih air telah dimanfaatkan bagi para penyintas gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, pada akhir 2018.

“AMMDes tersebut memang sangat diperlukan, khususnya di daerah yang air bersihnya masih sangat terbatas. Apalagi ketika ada lokasi yang mengalami bencana seperti di Palu, Sigi, dan Donggala beberapa waktu lalu,” ujarnya. (Uli)