Bikin Merinding, Keluarga Ini Menjual Mayat Putrinya Untuk Dinikahkan

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 25 Februari 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, China – Di China, ada sebuah tradisi unik. Yin Hun, demikian namanya. Itu tradisi pernikahan. Tapi pengantinnya bukan muda mudi, melainkan mayat. Iya, kalian enggak salah baca, ini pernikahan orang yang sudah mati.

Tradisi tersebut hingga kini masih banyak dilakukan sebagian besar warga China. Banyak warga menikahkan mayat keluarganya dengan maksud agar tidak merasa kesepian di alam baka.

Salah satu yang masih melakukan tradisi itu adalah keluarga Kang Cuicui, gadis yang meninggal 12 tahun lalu. Media lokal China melaporkan, mayat Kang Cuicui akan dinikahkan dengan mayat seorang pria dalam sebuah upacara kuno di Provinsi Hebei.

Upacara unik itu pun mendapat perhatian publik setelah surat kabar melaporkan tradisi kuno yang dilakukan oleh penduduk desa di Huanghua, Cangzhou.

Tubuh Hilang

Dilansir dari Dream.co.id (24/02/2021), Kang Cuicui bunuh diri pada tahun 2008, setelah mengalami kesalahpahaman dengan suaminya, Li Zhong.

Zhong dan keluarganya telah menghabiskan 100.000 yuan atau setara dengan Rp216 juta, untuk mengadakan pemakaman akbar bagi almarhum istrinya, sebelum menguburkannya di sebuah makam dengan perhiasan emas.

Namun, pada 14 November lalu Zhong terkejut ketika mengunjungi kuburan mendiang. Dia menemukan kuburan itu telah digali dan barang-barang berharga yang dikubur bersamaan juga hilang.

Keluarga Zhong kemudian mengajukan laporan polisi dan penyelidikan menemukan bahwa keluarga Cuicui sendiri bertanggung jawab atas penggalian kembali kuburan putri mereka.

Mayat Dijual

Mayat Kang Cuicui ternyata dijual seharga 80.000 yuan, setara Rp173 juta, kepada sebuah keluarga yang putranya meninggal dalam kecelakaan mobil.

Ibu Kang berkata bahwa dia marah ketika Zhong tak memakamkan putrinya di kuburan keluarga.

“ Jika saya tidak bisa memindahkan kuburannya, saya harus mengeluarkannya dari sana. Saya tidak bisa membiarkan dia menjadi hantu yang kesepian di alam baka,” kata ibu Kang.

Upacara pernikahan hantu itu berlangsung pada 23 November lalu dan jasad keduanya kembali dimakamkan di kuburan yang sama.

Kriteria Jasad yang Laku Dipasaran

Sementara itu, seorang pembuat korek api lokal yang berspesialisasi dalam ‘pernikahan hantu’ mengatakan, jika wanita yang mati muda tanpa memiliki anak, seperti Kang, dianggap ‘populer di pasar’.

Dalam insiden serupa pada 2015, seorang pria ditangkap di provinsi Shanxi setelah mencoba menjual tubuh wanita yang mereka curi sebagai ‘pengantin hantu’. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: