Bibit Baru Atlet Angkat Besi Untuk Olimpiade 2028 Mulai Bermunculan

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 7 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mulai menemukan bibit-bibit atlet angkat besi yang akan disiapkan untuk menghadapi Olimpiade 2028.

Perburuan bibit lifter untuk Olimpiade 2028 telah usai dengan ditutupnya The 2nd Indonesia International Weightlifting Championships 2019 di GOR Tri Lomba Juang, Semarang, Rabu (4/9/2019).

Sebanyak 270 atlet dari dari berbagai daerah di Indonesia dan tiga negara Asia Tenggara (Malaysia, Singapura, dan Filipina) telah bertanding. Hasilnya, kontingen Kalimantan Timur berhasil meraih juara umum dengan raihan 18 medali emas, 12 perak, dan enam perunggu.

Sementara itu, Lampung menjadi pengoleksi medali terbanyak kedua dengan raihan 18 medali emas, 12 perak, dan tiga perunggu. Peringkat ketiga ditempati Malaysia dengan koleksi 13 medali emas dan dua perak.

Selain itu, salah satu atlet asal Kalimantan Timur, M Fathir, juga berhasil menorehkan rekor baru untuk angkatan clean and jerk kelas 60 kg youth putra. M Fathir melampaui rekor Asia dan dunia yang dia torehkan di Kejuaraan Angkat Besi Junior Dunia 2019 di Fizi, 2 Juni lalu.

Saat berlaga di Fizi, M Fathir menjadi pemegang rekor dunia dan Asia untuk kelas 60 kg putra dengan angkatan clean and jerk 149 kg. Kini, dia sukses mengangkat beban 150 kg untuk angkatan clean and jerk.

Selain M Fathir, masih banyak atlet-atlet lain yang juga tampil gemilang di kejuaraa ini.

Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora Washinton menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah atlet junior yang bisa diprospek untuk menghadapi Olimpiade 2028.

“Sudah ada beberapa bibit atlet untuk Olimpiade 2028 yang dikantongi PB PABBSI. Dengan usia junior ini, mereka akan matang saat Olimpiade 2028,” ujar dia, dilansir dari Kompas.com (06/09/2019).

Meski telah mengantongi bibit atlet yang bisa diprospek untuk Olimpiade, Washinton mengatakan bahwa pelatihan selanjutnya tetap harus dijalankan di daerah. Sebab, tidak semua atlet bisa langsung masuk pelatnas angkat besi.

“Kami sudah biang ke PB PABBSI untuk menggarap atlet di level-level ini. Nanti, kami akan bantu. Tentu pelatihan untuk atlet usia junior harus lain, pelatihnya pun harus yang khusus untuk usia ini,” jelas Washinton lagi. (Uli)