Bersatunya Jerman Barat dan Timur Setelah 29 Tahun Terpisah

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 3 November 2020
loading...

Indolinear.com, Berlin – Jerman memperingati Hari Persatuan antara Jerman Barat dan Jerman Timur tiap 3 Oktober, setelah 29 tahun terpisah. Peristiwa bersejarah ini terjadi setahun usai runtuhnya Tembok Berlin.

Jerman terpisah menjadi dua selama Perang Dingin. Amerika Serikat dan sekutunya berkuasa di Jerman Barat, sementara Uni Soviet di Jerman Timur. Kedua kota itu terpisah sejak Tembok Berlin (Berline Mauer) berdiri pada 1961.

Dilansir dari Liputan6.com (01/11/2020), kekuasaan Partai Komunis di Jerman Timur mulai pudar seiring melemahnya Uni Soviet pada akhir 1980-an. Puluhan ribu warga Jerman Timur bahkan mulai kabur dari negara mereka.

Pada 1989, revolusi terjadi di berbagai belahan dunia, mulai dari Tianamen hingga Berlin. Tembok Berlin pun diruntuhkan rakyat Jerman pada 9 November.

Tak lama kemudian, Jerman Barat dan Jerman Timur mulai membahas unifikasi. Amerika Serikat dan para sekutunya juga ikut terlibat.

Impian persatuan ternyata bisa dilaksanakan. Helmut Kohl menjadi Kanselir pertama di Jerman yang telah bersatu.

Persatuan Jerman dianggap kemenangan sekutu Amerika Serikat melawan Uni Soviet yang tak lama kemudian ikut bubar.

Hari Unifikasi sejatinya dirayakan meriah di Jerman tiap tahunnya. Namun, situs resmi kota Berlin berkata tidak ada perayaan festival pada 2020 akibat COVID-19.

Jerman Mulai Cabut Travel Warning

Per 1 Oktober, Jerman sudah melakukan pencabutan travel warning menyeluruh untuk seluruh dunia.

Tiga minggu lalu, kabinet Jerman sudah menyetujui pencabutan travel warning menyeluruh untuk seluruh dunia kecuali Uni Eropa.

Setiap negara akan dievaluasi secara tersendiri sesuai laju penyebaran COVID-19, dan peringatan perjalanan akan dikeluarkan hanya untuk kawasan risiko tinggi.

Kementerian luar negeri Jerman juga kini memperluas peringatan perjalanan untuk seluruh Belgia dan memperpanjang travel warning untuk beberapa bagian di Wales, Irlandia Utara, Gibraltar dan Islandia.

Jerman tetap masih memberlakukan peringatan perjalanan ke Prancis dan mengeluarkan peringatan perjalanan baru untuk wilayah Estonia, Lituania, Rumania, Slovenia, Hongaria, Kroasia dan Irlandia.

Diberlakukan Sejak Maret 2020, 6 Bulan Lalu

Peringatan perjalanan umum untuk seluruh dunia dikeluarkan saat memuncaknya pandemi Virus Corona COVID-19 di Eropa bulan Maret lalu. Pada bulan Juni, Jerman mencabut peringatan perjalanan untuk kawasan Uni Eropa dengan beberapa pengecualian. Namun ketika angka penyebaran COVID-19 di Eropa kembali meningkat, peringatan perjalanan kembali diberlakukan untuk kawasan risiko tinggi.

Jerman sebelumnya juga memberlakukan larangan perjalanan ke beberapa wilayah kawasan wisata di Turki. Namun setelah diprotes pemerintah Turki, peringatan perjalanan itu dicabut, dengan beberapa ketentuan khusus. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: