Beroperasi Puluhan Tahun, Tarif di Salon ini Tak Pernah Naik

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Sabtu, 28 Maret 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Malaysia – Lazimnya seorang pemilik usaha akan menaikkan tarif jasa atau harga barang yang dijajakannya. Alasannya harga kebutuhan atau barang modal setiap tahunnya selalu meningkat.

Tengok saja seorang tukang cukur rambut. Kamu mungkin pernah membayar biaya jasa mereka sebesar Rp 5 ribu saja. Dengan uang tersebut, kamu sudah mendapatkan rambut yang rapi dan kalau beruntung mendapat pijatan di kepala dan punggung.

Bandingkan dengan tarif memotong saat ini. Kamu harus merogoh kocek hingga belasan bahkan puluhan ribu rupiah.

Namun seorang pemilik pangkas rambut di Malaysia ini sangat unik. Biaya jasanya tak pernah berubah.

Bukan setahun dua tahun dia memberikan tarif jasa pangkas rambut yang sama. Cara ini telah dilakukannya selama puluhan tahun.

Kualitas Tak Kalah dari Salon Bertarif Mahal

Meski masih menetapkan tarif yang tak berubah, layanan di tempat pangkas rambut ini tetap baik dan memuaskan. Hasilnya bisa disandingkan dengan salon-salon yang mamtok harga jauh lebih mahal.

Pemilik sekaligus pekerja di tempat pangkas rambut itu adalah seorang nenek asal Padang Katong, Perlis, Malaysia bernama Teh Khai Looi.

Dilansir dari Dream.co.id (27/03/2020), nenek yang akrab dipanggil Toknya ini telah berusia 80 tahun.

Sejak puluhan tahun lalu, ia mematok harga jasa pangkas rambutnya hanya sebesar Rp 8.500.

Menurut pengakuan Toknya, tempat pangkas rambut miliknya memang diijalankan bukan untuk mencari untung sebesar besarnya.

Toknya memotong rambut pelanggannya hanya untuk mencari kepuasan diri atau sekadar menghabiskan waktu luangnya sehari-hari. Toknya mengaku tubuhnya kerap akan merasa sakit jika hanya berdiam diri di rumah.

Tetap Pertahankan Tarif Salon

Dia rutin membuka jasa pangkas rambutnya dari pukul 11 pagi hingga 7 malam. Orang yang datang ke salonnya hanya segelintir. Kebanyakan pelanggan tetap.

Kondisi ini bisa dimaklum karena salonnya tidak menawarkan gaya rambut kekinian atau yang sedang trending.

Teh Khai Looi mengungkapkan dia pergi ke Penang pada 1957 untuk mempelajari keterampilan dan bekerja di kota itu selama lima tahun. Setelah menikah dengan almarhum suami, dia membuka jasa tempat pangkas rambut di rumahnya.

Nenek ini berencana tetap memertahankan harga salonnya. Meskipun salon-salon lain saat ini tarifnya sudah mencapai Rp 67 ribu sampai Rp 84 ribu hanya untuk potong rambut.

Salah seorang pelanggan Toknya mengaku sudah menggunakan jasa salon ini sejak 27 tahun yang lalu. Ia menjadi pelanggan karena potongan Toknya sesuai dengan keinginannya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV