Bermodal Selembar Kertas, Nadiem Presentasi di Depan Komisi X

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 8 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Rabu (06/11/2019).

Rapat kerja atau raker dilaksanakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Raker tersebut adalah yang pertama kali dilaksanakan oleh Nadiem selaku Mendikbud baru di periode 2019-2024.

Agenda raker adalah perkenalan Nadiem sebagai Mendikbud serta pemaparan program Kemendikbud.

Dikutip dari Tribunnews.com (07/11/2019),  Nadiem pada awalnya merasa gugup ketika pertama kali menginjakkan kakinya di gedung DPR tersebut.

Meskipun demikian Nadiem berharap agar dirinya tidak mengecewakan sebagai pewakilan generasi milenial.

“Maaf saya sedikit kaku, kaku karena ini pertama kali saya masuk ke gedung ini,” kata Nadiem.

“Jadi mohon maaf kalau saya sedikit kaku, sedikit gugup tapi ya sebagai representasi milenial di pemerintahan kabinet Pak Jokowi semoga saya tidak mengecewakan generasi saya,” kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X.

Uniknya Nadiem hanya bermodal selembar kertas berisi materi presentasi dalam raker tersebut.

“Saya akan lakukan paparan, tapi mohon maaf sebelumnya, paparan saya mungkin sedikit berbeda, hanya 1 halaman yang akan saya sajikan dan saya akan bicarakan satu per satu,” ujar Nadiem di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Meskipun demikian Nadiem mengajukan lima poin pokok rancangan kerja di masa jabatan sebagai Mendikbud.

Lima poin tersebut adalah pendidikan karakter, deregulasi dan debirokrasi, meningkatkan inovasi dan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan teknologi.

Selain itu mantan CEO Gojek ini juga mengatakan dirinya tidak memiliki visi dan misi sendiri.

Diakuinya Nadiem hanya bersiap untuk mewujudkan visi dan misi Presiden Jokowi.

Sehingga Nadiem hanya akan mengikuti arahan dan visi Jokowi.

“Saya tidak memiliki visi misi sendiri. Hanya ada satu visi misi yaitu visi pak presiden. Jadi saya hanya mengikuti arahan dan visi beliau,” tegas Nadiem Makarim.

Kisah pertemuan Nadiem dengan Jokowi

Nadiem juga menceritakan kisah sebelum dirinya dipilih menjadi menteri.

Pada saat itu Nadiem sering bertemu dengan Jokowi.

Nadiem juga memberikan masukan terkait perubahan teknologi maupun strategi pemerintah dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0.

Nadiem mengatakan pembicaraan tersebut disadari Jokowi tidak sepenuhnya menyangkut teknologi, tetapi tentang Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

“Berdasarkan diskusi itu, maka mungkin presiden memilih saya karena passionnya di SDM,” kata Nadiem.

“Passionnya adalah bagaimana kita bisa membuka setiap potensi pemuda-pemudi di Indonesia. Maka dari itulah pak presiden berpikirnya passion Nadiem di situ, yaitu SDM,” lanjutnya.

Nadiem juga merasa Jokowi memilih dirinya sebagai menteri agar dapat memberikan inovasi atau lompatan dalam bidang pendidikan.

Oleh karena itu Nadiem menerima amanat dari presiden sebagai tantangan baru.

“Karena itulah saya menerima tantangan ini. Dan secara pribadi saya suka hal-hal rumit dan sulit, banyak orang bilang wah enggak mungkin dilakukan, diperbaiki,” kata Nadiem.

“Saya paling senang dengar itu, sebelum membangun perusahaan saya, saya juga dibilang gitu, ini apa, enggak mungkin, tapi itu jadi energi buat saya,” pungkas Nadiem kemudian.

Diangkat menjadi menteri

Seusai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2019) Nadiem mengakui dirinya diminta masuk ke kabinet.

Pada masa tersebut Nadiem telah mengetahui pos kementerian mana dirinya akan ditempatkan.

Namun Nadiem enggan memberitakukannya kepada awak media.

Nadiem hanya menegaskan bahwa dirinya siap membawa banyak inovasi di kabinet nanti.

“Sudah pasti dan banyak sekali inovasi yang ingin saya lakukan untuk negara ini,” kata Nadiem.

“Saya enggak bisa sebut sekarang,” lanjutnya.

Muhadjir Effendy melakukan serah terima jabatan (sertijab) ke Nadiem Makarim untuk jabatan Mendikbud di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Muhadjir Effendy melakukan serah terima jabatan (sertijab) ke Nadiem Makarim untuk jabatan Mendikbud di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). (Tribunnews/Jeprima)

Nadiem juga mengaku dirinya sudah mundur dari jabatan CEO Gojek, bisnis start up yang dibangunnya.

“Pasti di Go-Jek sudah mundur. Tidak ada posisi dan kewenangan apapun di Gojek,” ujar Nadiem

Ekonom sekaligus Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah menilai, penunjukan Nadiem sebagai salah satu anggota Kabinet Kerja II merupakan bukti penghargaan kepada bisnis start up.

“Ini tidak hanya sekedar Gojek tetapI juga bisnis digital atau strartup,” ujarnya.

“Ini suatu penghargaan kepada binsis startup yang berkembang begitu cepat di Indonesia. Penghargaan daan pengakuan,” sambungnya.

Dengan Nadiem menjadi menteri, maka terjadi suatu yang mendesak di Gojek yakni perlunya melakukan pergantian CEO.

“Karena tidak mungkin fokus di kedua-duanya. Nadiem kalau jadi seorang menteri pasti akan meninggalkan Gojek,” kata Piter.

Meski ada kekhawatiran terhadap perkembangan Gojek ke depan, Piter yakin Nadiem sudah memperhitungkan semuanya dengan matang. (Uli)

INDOLINEAR.TV