Bermodal Kesuksesan di Jepang, Sharp Indonesia ‘Pede’ Memasarkan Produk Smartphone

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 20 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sharp Electronics Indonesia cukup percaya diri kembali ke bisnis smartphone di Tanah Air. Selain melihat pasar smartphone di republik ini yang tinggi, pabrikan produk elektronik asal Jepang ini juga mendasarkan pada kinerja penjualan produk smartphon di pasar Jepang yang baik.

Ardy, AUVI Product Strategy Assistant General Manager Sharp Indonesia, menjelaskan potensi pasar smartphone di Indonesia tinggi sekali. Per bulan penjualan unit smartphone di Indonesia mencapai 3-4 juta unit. Jauh lebih tinggi dari penjualan produk TV yang kisaran 2 juta unit per tahun.

“Pasar smartphone di Indonesia sangatlah tinggi sehingga mendorong kami memasarkan smartphone Sharp yang sukses di Jepang. Selain itu, pemasaran smartphone Sharp juga untuk mendukung fokus Sharp ke depan ke produk-produk internet of things (IoT). Perangkat IoT Sharp tapi dioperasikan oleh smartphone merek lain, kan tidak elok. Maka itu kami memasarkan smartphone Sharp,” kata Ardy saat peluncuran virtual smartphone Sharp Zero 2 dan Aquos R3, dilansir dari Merdeka.com (19/06/2020).

Menurut Ardy, Sharp Zero 2 dan Aquos R3 yang masing-masing dibanderol Rp 12,9 juta per unit dan Rp 10,9 juta adalah smartphone premium.

Kedua model anyar smartphone itu menyasar kalangan segmen A dan B dengan profesi profesional muda, content creator, desainer, dan sebagainya.

Sharp Indonesia menjanjikan lebih serius memasarkan smartphone kali ini ketimbang sebelumnya. Caranya antara lain dengan mendistribusikan sendiri smartphone ini, dan tidak lagi menggunakan mitra atau pihak ketiga. Selain itu, strategi lainnya menyiapkan 144 outlet Sharp sebagai pusat servis smartphone di seluruh Indonesia.

Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, sebelumnya menjelaskan pasar ponsel pintar di Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk tumbuh dan berkembang.

“Sharp Indonesia pun kini memiliki produk-produk dengan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk menunjang performanya membutuhkan ponsel pintar dalam pengoperasiannya.Bertepatan dengan hari jadi ke-50 tahun di Indonesia, kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan menambah lini baru bisnis dengan masuk ke pasar ponsel,” ujar Teraoka.

Smartphone Sharp No 2 Terbesar di Jepang

Lembaga riset Canalys sebelumnya melaporkan kelompok lima besar smartphone di pasar Jepang 2019 yang memiliki penjualan 29 juta unit.

Smartphone Sharp berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 12,8 persen, setelah Apple yang dominan dengan pangsa pasar 53,3 persen.

Setelah itu ada merek Samsung, Sony, dan Kyocera yang berada di Top 5 smartphone di Jepang paada tahun lalu.

Canalys memprediksi pasar smartphone Jepang paada tahun ini dalam tekanan akibat pandemi Covid-19 dan tertundanya kegiatan olahraga terbesar di dunia, Olimpiade Tokyo 2020, pada tahun depan sehingga peluncuran smartphone 5G juga ikutan mundur.

Ada dua skenario Canalys. Pertama, pasar smartphone Jepang turun sekitar 13 persen menjadi 25,1 juta unit. Yang kedua, penurunannya lebihh besar, 28 persen, menjadi 20,7 juta unit pada tahun ini.

Per Mei tahun ini, smartphone Sharp hanya meraih pangsa pasar 2,86 persen di Jepang. Merek Apple masih mendominasi pasar Jepang dengan pangsa 64,3 persen.

Sony berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 9,76 persen. Disusul Huawei (6,62 persen), Samsung (6,32 persenn), dan lain-lain. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: