Berikut Tiga Cara Mudah Kendalikan Amarah Saat Puasa

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Rabu, 28 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Selain menahan haus dan lapar, umat Muslim di bulan Ramadaan juga diwajibkan untuk menahan emosi dan nafsu termasuk amarah yang suka tiba-tiba meluap perkara kecil.

Tentunya selama puasa, kita harus mengendalikan diri dan lebih bersabar dalam menghadapi segala permasalahan yang dihadapi.

Dalam Al-Quran dan Hadis pun, telah banyak tuntunan mengenai bagaimana cara mengendalikan emosi saat puasa. Dilansir dari Dream.co.id (26/04/2021) ada berbagai cara efektif yang bisa Sahabat Dream lakukan untuk mengendalikan emosi saat puasa Ramadan.

Cara tersebut pun juga cukup mudah dan efektif untuk dilakukan. Yuk simak!

Berdzikir

Dzikir bisa dilakukan jika setelah berwudhu kamu masih merasa sedikit emosi.

Dengan berdzikir, diri kita akan semakin mengingat akan kuasa Allah SWT, dan akhirnya akan semakin membuat hati kita menjadi lebih tenang dan lembut dalam menghadapi masalah.

Keutamaan berdzikir juga telah disebutkan dalam Al-Quran surat ar-Ra’du ayat 28:

Artinya: “ (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du: 28).

Maksud dari ayat tersebut yaitu, tentang orang-orang yang Allah beri petunjuk merupakan orang yang beriman.

Dengan mengingat Allah melalui cara bertasbih dan bertahmid serta membaca dan mendengar Al-Quran, hati orang beriman akan terasa tenang. Maka, sebagai umat Islam kita perlu mengingat, ketenangan hati akan terwujud dengan mengingat Allah SWT

Membaca Al-Quran

Cara yang dapat dikatakan paling ampuh dalam mengendalikan emosi saat puasa Ramadhan, yaitu dengan membaca Al-Quran.

Al-Quran juga disebut sebagai Asy Syifa yang memiliki arti obat penyembuh. Karena sesungguhnya emosi adalah sebuah penyakit hati. Dengan membaca Al-Quran, maka keadaan hati yang panas akan menjadi sejuk dan akan melancarkan ibadah puasa kita.

Ingat Akibat dari Emosi

Selain merugikan diri sendiri dan dapat membatalkan puasa, terkadang emosi tersebut dapat merugikan orang lain. Sudah banyak kasus yang ditimbulkan akibat kontrol emosi yang kurang tepat.

Beberapa contoh dampak negatif dari emosi selain membatalkan puasa seperti, terjadinya pertengkaran atau perselisihan yang bisa saja diakhiri dengan adu fisik dan merusak barang-barang, timbul rasa dendam, menjadi kesulitan untuk bergaul, hingga dijauhi oleh kerabat dekat.

Maka dari itu, akan lebih baik jika segala hal di selesaikan dengan kepala dingin. (Uli)