Berikut Penjelasan Ilmiah Mengapa Mata Terpejam Kala Bersin!

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 6 Desember 2019
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Baik karena debu atau cuaca yang sedang dingin, bersin adalah sesuatu hal yang tak bisa dihindari.

Mekanisme bersin sendiri sangat bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Jika mengintip dari sektor sains, bersin cukup jorok. Bagaimana tidak, ada kira-kira 5000 tetes ingus yang keluar dari lubang hidung dalam kecepatan 100 mil per jam.

Ditambah lagi, partikel bersin yang kita keluarkan tersebut bisa bepergian sejauh hampir 10 meter jauhnya, dan bisa melayang-layang di udara selama 10 menit. Hal ini bisa menyebabkan kontaminasi bakteri dan penyakit yang bisa mengancam siapa saja, dilansir dari Merdeka.com (05/12/2019).

Namun dari semua hal jorok yang berhubungan dengan kesehatan, terdapat pertanyaan unik terkait perilaku dalam bersin. Yakni mengapa kala bersin kita selalu menutup mata. Hal ini dapat dengan mudah dijawab oleh sains.

Hampir Tidak Mungkin Melek

Ternyata hal ini sulit dilakukan.

“Salah satu reaksi tubuh ketika bersin meliputi adanya refleks di area kelopak mata,” ungkap Dale Tylor, MD, seorang pediatri dan ahli THT di Washington Township Medical Foundation di Fremont, California.

“Sepertinya tidak mungkin untuk membuka mata ketika ada puluhan ribu partikel mikro yang keluar dari hidung dalam kecepatan tinggi. Karena tubuh melindungi mata dari hal tersebut,” tambahnya.

Namun sang dokter juga menyatakan bahwa hal tersebut ternyata bukan merupakan penjelasan ilmiah yang mutlak. Karena tak ada hubungan langsung antara mata dan hidung, layaknya mulut hidung dan telinga.

Dijelaskan bahwa jika dipaksa, kita akan bisa tetap melek sembari bersin. Orang semacam ini ternyata juga cukup langka, karena mampu melawan kehendak tubuh.

Secara ilmiah, tubuh hanya menyadari bahwa mata perlu dilindungi dari sebuah benda yang berbahaya, yakni ingus yang laju kecepatan dan kandungannya ternyata berbahaya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: