Berikut Lima Tips Bisnis Tetap Lancar Selama Ramadan

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Rabu, 7 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sebentar lagi umat Muslim akan berjumpa dengan bulan suci Ramadan. Semua kegiatan yang dilakukan orang Muslim kebanyakan akan berubah karena menjalankan ibadah puasa.

Puasa yang dijalankan akan sangat berpengaruh dalam berbagai bisnis. Salah satu yang sudah pasti adalah jam kerja di kantor biasanya akan dipersingkat.

Meski tak bisa dibenarkan, puasa Ramadan sering kali membuat masyarakat memilih bersantai sehingga produktivitas di tempat kerja menurun Ada pula orang yang memilih berhenti menjalankan roda bisnis karena ingin fokus beribadah sepanjang bulan tersebut.

Perubahan yang cukup banyak tentu membuat aktivitas bisnis berjalan tidak efisien. Imbasnya pendapatan beberapa sektor bisnis ikut terpengaruh. Di sisi lain ada juga pelaku usaha yang justru meraih untung besar selama bulan Ramadan

Jika kamu termasuk kelompok pertama, bagaimana caranya mempertahankan bisnis selama Ramadan?

Hormati Aturan

Dikutip dari Dream.co.id (05/04/2021), hal pertama yang harus dijalankan adalah menghormati aturannya. Selama Ramadan, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya, jangan menampilkan iklan dengan pakaian yang terbuka selama Ramadan.

Kedua, memperhatikan “ batas toleransi”. Pertimbangkan faktor ini karena terjadi peningkatan tekanan terhadap karyawan selama bulan Puasa. Cobalah memahami ini dan sesuaikan jam kerja karyawan.

Berilah tugas dan waktu yang jelas agar karyawan dapat melakukan ibadah selama bulan Ramadan, misalnya berbuka puasa dan sholat tarawih.

Manfaatkan Momen

Ketiga, memanfaatkan momen. Sebenarnya Ramadan dapat menjadi pembawa keberuntungan, seperti halnya musim-musim lain seperti momen tahun baru atau libur sekolah. Ada berbagai cara perusahaan dapat bekerja dengan simbol agama untuk memposisikan diri dengan lebih baik dan menarik banyak pelanggan. Masukkan unsur Muslim dalam setiap aktivitas pemasaran misalnya bulan sabit atau tulisan arab.

Keempat, menonjolkan unsur keluarga. Nilai ini sangat kuat bisa dijadikan pegangan saat memasarkan produk atau jasa selama Ramadhan.

Kelima, membangun ulang image bisnis. Manfaatkan hari-hari kosong yang ada selama bulan Ramadhan untuk membangun ulang komunitas dan budaya dalam perusahaan, merefleksikan proses untuk mengidentifikasi peluang perbaikan, dan membangun aset digital.

Misalnya, citra perusahaan, konten video atau desain web. Ini patut dicoba meskipun bisa menguras lebih banyak pengeluaran. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: