Berbeda Dengan Pembelian Mobil, Begini Proses Pembelian Bus

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 17 Maret 2020

Indolinear.com, Jakarta – Jika Anda ingin membeli bus, proses pembeliannya berbeda dibanding dengan mobil biasa. Pabrikan biasanya menyediakan sasis dan mesin saja, sedangkan sisanya tergantung kepada kebutuhan konsumen.

Nantinya akan diterjemahkan oleh para perusahaan karoseri. Salah satunya Bus Rosalia buatan Adiputro berbasis Volvo B11R. Ia menjadi unit utuh, setelah melalui rangkaian prosedur.

Pertama, sasis dan mesin Volvo tipe ini diimpor utuh dari Swedia. Proses inden memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, Armein Armein Effendy, Marketing Support & Logistic Manager PT Wahana Inti Selaras, distributor resmi Volvo Buses, mengklaim sudah memiliki jadwal pengapalan dan pola estimasi penjualan. Sehingga prosesnya bisa lebih cepat.

Sementara soal harga, berada di rentang Rp 1,7 sampai Rp 1,8 miliar. Tergantung nilai mata uang. Karena Volvo masih membelinya dengan valuta asing, yang otomatis dipengaruhi kurs. Nominal ini pun belum termasuk BBN, menyesuaikan wilayah masing-masing. Baru setelah itu, operator bus atau konsumen, memilih karoserinya, dilansir dari Liputan6.com (15/03/2020).

Bagi Anda yang sadar, sebetulnya B11R adalah basis yang sama dengan beberapa bus Transjakarta. Sebanyak 119 unit telah beroperasi selama satu tahun. Namun, ada perbedaan spesifikasi. Untuk harga tadi Volvo memberikan mesin lebih besar. Di belakang sasis tertanam dapur pacu 11 liter dengan output 430 Hp dan torsi 2.000 Nm. Lebih besar dari milik Transjakarta yang 370 Tk. Rangkaian itu juga sudah siap diubah untuk memenuhi regulasi meminum bensin B30.

Standar

Setelah itu, Volvo mewajibkan perusahaan pembuat bodi sudah memenuhi syarat dan lulus sertifikasi dari pabrik di Swedia. Tempat karoseri bakal dikunjungi jika belum terdaftar, oleh tiga sampai empat orang inspektor dari sana. Menurut Armein, tak ada minimal jumlah pembelian untuk inspeksi semacam tadi. Semua unsur dilakukan guna mempertahankan safety, hingga menjaga pengelolaan limbah.

“Kami bekerja sama dengan semua karoseri yang memenuhi syarat dari Volvo. Perusahaan yang bisa membangun bodi, harus lulus sertifikasi pabrik di swedia. Desain akan dilihat sekaligus dikunjungi pabriknya. Karena kami cukup concern dengan kualitas safety dan lingkungan. Sehingga pengelolaan limbah juga diperhatikan,” katanya

Biaya

Lantas biaya karoseri, bergantung pada perusahaan yang dipilih. Untuk gambaran, sebuah Volvo B11R ultra high deck, pembuatannya memakan waktu sekitar satu sampai dua bulan. Dan uang untuk menebusnya berkisar Rp 1,5 miliar. Termasuk interior serta rangkaian AC sesuai kelengkapan yang dipilih. Jadi, satu buah bus utuh kurang lebih menelan dana Rp 3,3 miliar. Untuk spesifikasi yang agak premium.

Terakhir, pembelian sudah termasuk garansi mesin untuk satu tahun, atau rata-rata 200.000 km. Tergantung mana yang dicapai lebih dulu. Dan program safety driving serta seleksi dan pelatihan sopir sudah termasuk dalam paket. (Uli)

INDOLINEAR.TV