Bencana Kabut Asap Sama dengan Kejahatan Negara, Maksudnya?

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 29 Oktober 2015
Jakarta | Uploader Arif
loading...

Indolinear.com, Jakarta –¬†Negara dianggap telah melakukan kejahatan lantaran membiarkan bencana kabut asap yang berkepanjangan. Mestinya, negara hadir untuk melindungi hak asasi warga negaranya seperti diamanatkan konstitusi.

Hal tersebut dikatakan pngamat hukum Andri W Kusuma, di Jakarta pada Kamis (29/10/2015).

“Seolah-olah perangkat pemerintah tak berjalan sebagaimana mestinya untuk melindungi warga negara,” tegas Andri.

Indikasi perangkat negara tak berjalan baik kata dia bisa dilihat dengan tak bisa memprediksi akan terjadinya musim kemarau yang panjang dan El Nino.

“Pemerintah ada BMKG dan lainnya. Saya yakin dampak El Nino ini ada kajian dilakukan,” katanya.

Andi mempertanyakan, kenapa tidak diantisipasi dengan meminta masyarakat atau pemegang izin lahan untuk jangan melakukan aktifitas buka lahan dulu.

“Ini yang sederhananya,” tegasnya.

Untuk itu, Andi meminta agar diberlakukan pertanggungjawaban mutlak (strict liability) bagi pembakar lahan yang terbukti bersalah agar ada efek jera. Strict liability itu sangat mudah diterapkan, karena prinsip tersebut menegasikan kesalahan dalam proses pidana.

“Jadi tidak perlu ada atau dibuktikan ada kesalahannya. Selama terdapat akibat terhadap lingkungan, pelaku dapat diminta strict liability. Akan tetapi sangat mengherankan, negara dalam hal ini pemerintah, tidak mau menerapkan langkah ini,” ujarnya.

Andi menuding ada kekuatan pemilik modal besar yang dilindungi. Penegakan hukum yang dilakukan justru malah menyasar perusahaan kelas menengah dan tergolong kecil, dilansir dari pojoksatu.id